09/01/2018

Tokoh-tokoh Nasional Ini Berharap Rizal Ramli jadi Tandem Jokowi di Pilpres 2019

  Ist
IDINDO.com - Nama mantan Menko Ekonomi di era mendiang Gus Dur dan sempat duduk di pemerintahan Jokowi sebagai Menko Kemaritiman, Rizal Ramli mulai santer dikaitkan dengan pemilihan presiden (pilpres) 2019.
Sudah barang tentu, bangsa Indonesia membutuhkan Rizal Ramli (RR) yang ssrat pengalaman khususnya dibidang ekonomi. Ekonom senior ini diyakini mampu mengatasi stagnasi ekonomi dan melemahnya daya beli rakyat akibat Neoliberalisme Tim Ekonomi Kabinet yang menyengsarakan  masyarakat. Duet Jokowi (UGM)- Rizal Ramli (ITB) adalah pilihan terbaik dan obyektif untuk perbaikan ekonomi, kondisi bangsa dan negara dewasa ini. 

Rizal adalah tokoh nasional jebolan ITB, Sophia University Tokyo dan Boston University, AS, dan RR merupakan Keluarga Besar Pesantren Pondok Gontor – Ponorogo dan Pesantren Tebu Ireng- Jombang yang disegani  dan dielukan rakyat karena kejujurannya, keberpihakannya pada rakyat, lurus dan membela kaum tertindas demi keadilan dan kesejahteraan bersama seluruh anak bangsa.
Demikian benang merah  pandangan tokoh senior nasionalis kultural Suko Sudarso (Mantan Komandan Barisan Soekarno/GMNI- ITB), tokoh Muhammadiyah Buya Prof Ahmad Syafii Maarif, KH Solahudin Wahid (Pemimpin Pesantren Tebu Ireng Jombang), dan Osmar Tanjung, Sekjen Seknas Jokowi seperti dikutip konfrontasi.com.
‘’Kalau Presiden Jokowi merekrut kembali Rizal Ramli (RR) ke Kabinet dalam resufel nanti, atau Presiden mengajukan Rizal Ramli sebagai Gubernur BI pada 2018 ini, maka  itulah sinyal kuat Jokowi untuk  kemungkinan merekrut RR dalam duet Jokowi-Rizal Ramli pada Pilpres 2019. Tidak sulit buat saya memprediksinya, kalau Presiden melakukan reshufle dan menarik RR masuk kabinet atau presiden ajukan RR sebagai calon Gubernur BI setelah Agus Martowardoyo berakhir 2018 nanti, maka itu jelas sinyal kuat Jokowi untuk kemungkinan berduet  dengan RR mengatasi masalah ekonomi, kondisi bangsa dan negara yang harus diperbaiki. Sebelum itu terjadi, mari kita lihat saja segala kemungkinan yang terbuka ke depan.” kata Suko Sudarso, tokoh senior GMNI ITB yang juga sesepuh 
"Saya sendiri setuju/senang  kalau RR benar-benar direkrut Presiden menjadi Gubernur BI atau masuk Kabinet sesuai  aspirasi dan keinginan banyak masyarakat itu. Saya tahu dia itu reformis yang mumpuni dan cenderung revolusioner, Semua orang tahu kredibilitas, kapabilitas dan integritas RR, bekerja untuk rakyat, dia memang terus terang, apa adanya dan itulah kultur kami,’’ ungkap Buya Safii Maarif.
Sejauh ini, kata Buya Ahmad Syafii Maarif, pihaknya mengakui tak mampu menjembatani  komunikasi dan  jalinan antara kelompok Presiden Jokowi dengan berbagai kelompok strategis dan masyarakat yang mendukung  RR. ”Aspirasi banyak masyarakat dari Indonesia Barat sampai Timur itu bisalah dipahami dan seyogianya kita perhatikan,” ujar Buya Safii Maarif, guru besar UNJ dan sesepuh  Muhammadiyah.
Sementara, Mantan Ketua BIN Jenderal (Purn) AM Hendropriyono mengatakan, Rizal Ramli merupakan sosok tepat yang pantas menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo pada Pilpres 2019. Dalam pandangannya, figur tersebut harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain nasionalis dan mendapat dukungan kalangan agama.
Selain itu, sosok cawapres tersebut juga harus berlatar belakang ekonomi dan bisnis, sehingga bisa memacu perekonomian bangsa menjadi lebih baik lagi.
Hendropriyono mengatakan, ekonom Rizal Ramli memenuhi kriteria tersebut. Rizal Ramli dinilai berjiwa muda dan disenangi anak muda. Selain itu nasionalis, diakui internasional, ahli ekonomi mumpuni dan terbukti berhasil di banyak penyembuhan dan restrukturisasi korporasi (perusahaan).
Disatu sisi, Suko Sudarso melihat masyarakat atau publik  bersuara mempertimbangkan duet Jokowi (alumnus UGM)- Rizal Ramli (alumni ITB) karena ingin mengatasi kesuraman ekonomi setelah kegagalan Neoliberalisme  Menkeu Sri Mulyani cs dewasa ini dengan stagnasi ekonomi dan merosotnya daya beli rakyat.
‘’Jokowi masih populer, meski elektabilitas terus merosot, namun rakyat kecil atau masyarakat cilik diprediksi masih memilih Jokowi, sehingga kalau misalnya mencuat duet Jokowi- Rizal Ramli, hal itu membuka kemungkinan untuk memperbaiki keadaan bangsa dan ekonomi nasional yang merosot. Kini memburuknya ekonomi neoliberal sudah mengancam demokrasi dan bangsa ini,’’ kata Suko.
Pekan lalu, Sultan Tidore Husain Syah mengajukan gagasan duet Jokowi-Rizal Ramli dalam dialog di Maluku Utara bersama rakyat setempat, guna memperbaiki ekonomi rakyat dan kondisi bangsa dewasa ini yang carut marut. Demikian halnya nelayan Tegal, rakyat Jambi, Sumut, Sumbar, Jombang Jatim, Jabar dan Jateng yang merindukan kepemimpinan RR untuk berduet dengan Jokowi . Duet Jokowi (alumnus UGM) dan Rizal Ramli (Alumnus ITB) adalah pilihan obyektif dan terbaik untuk mengatasi stagnasi ekonomi Neoliberal yang menyusahkan rakyat banyak.
‘’Seyogianya istana dan seluruh tim sukses/relawan Jokowi mendengarkan, menghayati dan memenuhi harapan rakyat dari Indonesia Barat sampai Timur tersebut, bahwa rakyat butuh perbaikan ekonomi dan kondisi bangsa,’’ ungkap Suko Sudarso, sesepuh GMNI-ITB yang dikader, digembleng dan ditempa langsung oleh Presiden Soekarno.
Editor: Jerry Massie

SHARE THIS

Author:

0 komentar: