22/12/2017

FKUB Membangun dan Memelihara Kerukunan Umat Beragama di Jakarta


IDINDO.com - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Provinsi DKI Jakarta melakukan refleksi akhir tahun 2017 dan evaluasi kondisi kerukunan umat beragama, di Kantor FKUB Tanah Abang Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2017).

Bersama Ketua FKUB/MUI Ahmad Syafii Mufid didampingi Pdt. Manuel Raintung (PGI wilayah DKI), Pedanda Ray Sogata (PHDI), Pdt. Liem Wira Widjaya (WALUBI), Hs.Djaengrana Ongawidjaya (Matakin). Dihadiri oleh sekitar lima puluhan peserta dan awak media.

Adapun kesimpulan yang diambil bahwa kehidupan umat beragama di Jakarta pada tahun 2017 berlangsung rukun yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati sebagaimana visi FKUB, yaitu Jakarta rukun, Jakarta Damai. FKUB Provinsi DKI Jakarta menyampaikan sanggahan jika Jakarta terkategorikan sebagai salah satu kota intoleran karena banyak usaha Bina Damai yang telah dikerjakan oleh FKUB selama tahun 2017 . Bersama tokoh dan pemuka agama di semua komunitas agama-agama, serta lintas komunitas. Kegiatan ini dilakukan ditingkat wilayah kota sampai tingkat kecamatan dan kelurahan. Kegiatannya yaitu dialog lintas agama yang dirangkai dengan buka puasa bersama, memberikan pelayanan dan konsultasi berbagai aspirasi masyarakat, pelayanan untuk membangun rumah ibadat, pembangunan dan pemeliharaan sekolah agama dan Bina Damai (SABDA) dari 2016 hingga 2017 telah dilaksanakan sebanyak 5 angkatan, membangun kerjasama dengan lembaga pemerintah, universitas serta LSM.

Melakukan mediasi dan pendampingan kasus-kasus kerukunan. Semua hal tersebut dilakukan sebagai harapan terciptanya kehidupan yang rukun dan damai di kota Jakarta yang merupakan barometer kerukunan di Indonesia. Saling bersilaturahmi, berziarah juga kami lakukan dihari raya untuk membangun kebersamaan, kerukunan lintas agama serta mewujudkan nilai -nilai Pancasila ujar Pdt.Liem Wira Widjaya dari Walubi.

Sementara Hs Ong dari Matakim mengatakan : " Bahwa sebenarnya toleransi itu ada sudah sejak dahulu, bahkan kita bisa lahir ke dunia inipun adalah sebagai akibat adanya toleransi akan tetapi yang paling utama adalah merawat dan melestarikan dengan membangun toleransi ke arah yang lebih baik," tuturnya.

Di lain pihak Ahmad Syafii Mufid menjelaskan bahwa FKUB provinsi DKI Jakarta di tahun 2018 diharapkan dapat menjadi wadah silaturahim lintas agama sehingga lebih rukun dan damai, melakukan kerjasama yang baik antar umat beragama disertai semangat kebersamaan untuk kemajuan NKRI.

Peranan media katanya, sangat penting untuk menyebarluaskan visi dan misi, musyawarah serta komitmen FKUB, karena persoalan yang paling rentan adalah masalah agama, golongan dan kesenjangan ekonomi.

SHARE THIS

Author:

0 komentar: