14/11/2017

Tim Kuasa Hukum Alm Letty Saltri, Minta Agar Pelaku Segera di Hukum

IDINDO.com -  Kasus penembakan seorang dokter, yang dilakukan oleh suaminya sendiri dr. Letty Sultri seorang dokter menjadi korban KDRT selama lima tahun perkawinannya dengan dr. Ryan Helmi karena korban merasa tidak tahan dengan perlakuan suaminya sehingga mengajukan gugatan cerai.

Sepertinya temperamen dr. Ryan Helmi semakin kasar karena di tubuh korban juga ditemui lebam akibat KDRT yang pada akhirnya terjadi penembakan.

Tim kuasa hukum adalah kawan-kawan korban, Ikatan Alumni SMA Muhammadiyah I ( IKAMUS' 90). Ori Rahman, Haris Azhar, Yeti Irma, Mahfud Latuconsina, Tori, Mahfuza menggelar konfrensi pers  di Jl Sunan Ampel Rawamangun Jakarta Timur, Minggu malam (12/11/2017).

Ori Rahman selaku ketua tim pengacara mengatakan mereka akan membantu mengumpulkan saksi - saksi dan bukti - bukti agar proses hukum cepat disidangkan serta pelaku diadili.

Afifi Bachtiar kakak kandung korban juga menjelaskan kronologis terjadinya pembunuhan. Dua minggu sebelum peristiwa terjadi pelaku memindahkan seluruh barang - barang korban, termasuk mobil ke suatu tempat sehingga rumah kontrakan yang terletak di jln Dewi Sartika kosong.

Ketika korban menanyakan ke pelaku, pelaku emosi dan mendatangi klinik korban, terjadi pertengkaran dan pelaku menembak korban enam kali yang menyebabkan korban tewas seketika di tempat. Selama lima tahun perkawinan mereka belum dikaruniai anak.

"Kami atas nama keluarga menyesalkan kejadian ini dan kami meminta kepada Aparat Hukum untuk menindak tegas perilaku pembunuhan ini," tegas Afifi Kakak kandung korban.

Sementara Kasubdit Jatanras Ditkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F. Kurniawan mengatakan mereka akan menelusuri cara korban menjual mobil korban apakah wajar atau tidak wajar.

"Kami juga sudah menyita perhiasan korban dari tangan pelaku sebagai barang bukti," ujarnya.

Serta menyelidiki senjata yang di pergunakan pelaku untuk menghabisi korban. Jelas senjata seharga, Rp.25 juta itu ilegal. Kami juga mengadakan rekontruksi pada hari Senin (13/11/2017) yang di TKP di hadiri oleh tim pengacara dan keluarga korban, sampai saat ini pelaku di bawah tahanan Polda Metro Jaya." tandasnya. (fri)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: