07/11/2017

KPK Imbau Tamu Putri Presiden tak Bisa Berikan Hadiah Berupa Uang dan Barang

   Presiden Jokowi dan Keluarga           IST

IDINDO.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau para tamu pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dengan Bobby Afif Nasution tak memberikan hadiah berupa uang atau barang.

Sebanyak 8.000 tamu undangan baik dari kalangan pejabat negara, pengusaha serta kerabat pengantin yang bakal menghadiri pernikahan di Gedung Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/11/2017) ini diimbau cukup memberikan bunga. Hal itu dilakukan agar Presiden Jokowi tak repot melaporkan hadiah pernikahan anaknya kepada Direktorat Gratifikasi KPK.

"Agar tidak buat sibuk Presiden lapor-lapor ke KPK pasca-pesta ini, ya kasih bunga saja lah cukup buat Bobby dan Kahiyang," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dikonfirmasi, Selasa (7/11/2017).

Namun, Saut menyebut, hadiah yang diterima dari teman Kahiyang dan Bobby, baik sahabat, teman sekolah atau kuliah merupakan tanda persahabatan. Meski demikian, harus tetap dilihat apakah teman pasangan pengantin ini sudah menjadi pengusaha atau masih pelajar. Oleh karena itu, Saut mengatakan, seluruh hadiah yang diterima Kahiyang dan Bobby agar dilaporkan kepada KPK, mengingat Jokowi merupakan penyelenggara negara. Nantinya, menurut Saut, Direktorat Gratifikasi KPK akan menilai barang-barang tersebut.

Secara umum dilaporkan saja ke KPK biar nanti Direktorat Gratifikasi yang menilai apakah itu nanti jadi milik negara atau milik penerima karena akan ada penilaian sisi nilai berapa harganya dan lain-lain," katanya.

Saut menjelaskan pemberian hadiah pada pernikahan Kahiyang dan Bobby dikhawatirkan menimbulkan konflik kepentingan. Apalagi, yang memberikan hadiah kepada Kahiyang dan Bobby, tak menutup kemungkinan dari seorang pejabat negara.

"Yang dikhawatirkan dari sebuah pemberian ialah benturan kepentingan atau conflict of interest (COI) dari seseorang yang makan gaji dari negara. Jadi menolak apapun pemberian ketika seseorang yang sudah menjabat itu yang direkomendasikan KPK," jelasnya.

Saut menyatakan, pemberian hadiah ditakutkan menimbulkan ketergantungan, baik pihak pemberi ataupun penerimanya. Untuk itu, penyelenggara negara termasuk Jokowi lebih baik menolak segala macam pemberian agar tak menimbulkan ketergantungan yang pada akhirnya berpotensi memunculkan korupsi, kolusi dan nepotisme.

"Jadi lebih baik ditolak segala bentuk pemberian, karena akan ada potensi ketergantungan," katanya.

Meskipun demikian, Saut menyampaikan selamat kepada Jokowi dan berdoa untuk Kahiyang dan Bobby yang akan menempuh hidup baru.

"Dari saya buat Kahiyang dan Bobby teriring doa dan selamat menempuh hidup baru. Sedang buat Pak Presiden saya ucapkan selamat menunggu cucu lainnya. Salam integritas," harapnya.

Sumber : beritasatu/SP

SHARE THIS

Author:

0 komentar: