03/11/2017

Kapolri Tito Carnavian Kupas Tuntas Terorisme di Depan 52 Perwakilan Negara di AS

   Ist

IDINDO.com -  Saat menjadi pembicara dalam diskusi panel di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian menjelaskan mengenai strategi menangkal jaringan terorisme. 
Jendral bintang empat ini menilai aksi terorisme masih menjadi ancaman serius bagi semua negara di dunia. Dia mengatakan, saat ini ada fenomena terorisme global kontemporer dalam dua gelombang besar.
"Gelombang pertama saat kemunculan Al-Qaeda sebagai jaringan kelompok terorisme global pertama kali di dunia, dan gelombang kedua sejak 2014 saat ISIS muncul sebagai ancaman baru bagi keamanan dunia," kata Tito 52 perwakilan negara dunia. seperti dilansir kompas.com, Rabu (1/11/2017).
Selanjutnya kata Tito, penanganan masalah terorisme tak cukup hanya mengandalkan penindakan atau hard approach saja. Melainkan dibutuhkan strategi soft approach atau penindakan lunak.
Menurutnya, gelombang pertama saat kemunculan Al-Qaeda sebagai jaringan kelompok terorisme global pertama kali di dunia, dan gelombang kedua sejak 2014 saat ISIS muncul sebagai ancaman baru bagi keamanan dunia.
Lagi pula ujarnya, penanganan masalah terorisme tak cukup hanya mengandalkan penindakan atau hard approach saja. Melainkan dibutuhkan strategi soft approach atau penindakan lunak.
Jadi terangnya, terorisme global tidak mungkin diselesaikan hanya dengan penggunaan senjata.
Lebih jauh Tito menjelaskan dalam pendekatan lunak ini sedikitnya ada lima langkah yang bisa ditempuh, yakni kontra-radikalisasi, deradikalisasi, kontra-ideologi, serta menetralisasi saluran dan situasi yang mendukung penyebaran paham radikal.
‎Mantan Kepala BNPT ini berpesan kepada PBB tentang perlunya menjaga perdamaian dunia, khususnya di negara-negara Islam. Menurut dia, PBB perlu memprioritaskan penyelesaian konflik terkait warga muslim.
"Karena ideologi radikal akan berkembang aktif dan mendapat panggung jika terjadi konflik tersebut," urainya.
Sedangkan seperti dikutip dari VOA Indonesia, Wakil Tetap RI untuk PBB, Dian Triansyah mengatakan, kehadiran Kapolri di Markas PBB adalah untuk berbagi inormasi ke sejumlah berbagai duta besar, mengenai kesuksesan Indonesia menangani terorisme.
"Karena itu salah satu prioritas kita untuk jadi anggota Dewan Keamanan PBB," ucap dia. 




SHARE THIS

Author:

0 komentar: