16/11/2017

BPJS Kesehatan Luncurkan Aplikasi Mobile JKN-KIS

IDINDO.com - Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang semakin pesat saat ini, terbukti dengan jumlah pengguna telepon pintar di tanah air, diperkirakan mencapai lebih dari 100 juta orang.  Dan, sekira 92 juta diantaranya atau sekitar 32 persen dari populasi penduduk nusantara, mengarah ke penggunaan mobile application.
Fakta populasi penduduk Indonesia yang kini didominasi generasi muda pengakses perkembangan teknologi tersebut, kian mendorong berbagai pihak termasuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, untuk menyesuaikan diri dengan trend sekarang ini.

“Melihat semakin banyak masyarakat yang menggunakan perangkat tersebut, BPJS Kesehatan pun tak ketinggalan. Dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), kami meluncurkan aplikasi Mobile JKN," ujar Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Fachmi Idris, saat acara Launching aplikasi Mobile JKN yang turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara, Rabu (25/11) di Jakarta.

Aplikasi ini, menurut dia, merupakan bentuk transformasi digital model bisnis BPJS Kesehatan yang semula berupa kegiatan administratif di Kantor Cabang atau Fasilitas Kesehatan.  "Ditransformasi kedalam bentuk aplikasi yang dapat digunakan oleh peserta dimana saja, kapanpun tanpa batasan waktu (self service),"  tambahnya.

Fachmi menyebutkan, saat ini tercatat pengguna Aplikasi Mobile JKN versi Android sebanyak 1.000.000 lebih user dan Aplikasi Mobile JKN versi iOS di atas 2.000 user.

“Angka tersebut, kami yakin akan meningkat, melihat potensi ekonomi digital Indonesia dan komitmen Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam pembangunan jaringan dan infrastruktur di wilayah Indonesia melalui program-program seperti Desa Broadband, Program Palapa Ring, Refarming 4G. Kami optimis Aplikasi Mobile JKN dapat dimanfaatkan oleh seluruh penduduk Indonesia, sehingga kemudahan mendapatkan layanan JKN-KIS, bukan hanya milik penduduk di perkotaan saja, namun milik penduduk di seluruh pelosok wilayah Indonesia," jelas Idris.

Disebutkan pula dalam rilis yang diterima media ini, syarat untuk menggunakan aplikasi Mobile JKN, sangat mudah.  Hanya perlu mengunduhnya melalui Google Play Store dan Apple Store.  Aplikasi ini, direkomendasikan untuk telepon pintar yang menggunakan sistem android versi 4.0 ke atas dan sistem iOS 10.  Jika sudah terpasang, peserta harus melakukan registrasi pada menu yang tersedia di aplikasi Mobile JKN.  Setelah berhasil, peserta bisa masuk dalam aplikasi dan memanfaatkan semua fitur yang tersedia.

Di dalamnya, berisi banyak fitur yang berguna bagi peserta JKN-KIS.
Untuk pendaftaran, pilih menu registrasi, kemudian isi setiap kolom yang tersedia sesuai dengan data anda. Pastikan anda punya satu surel (email) aktif, karena setelah semua kolom diisi, sistem secara otomatis akan mengirim nomor verifikasi ke email tersebut.

Setelah menerima nomor verifikasi melalui surel, aplikasi akan meminta anda menulis nomor verifikasi tersebut. Kemudian, akan muncul keterangan, apakah berhasil atau tidak dalam melakukan verifikasi. Jika tidak berhasil, peserta bisa meminta aplikasi untuk mengirim kembali nomor verifikasi.
Namun, bila berhasil, hanya perlu mengisi alamat surel atau nomor kartu BPJS Kesehatan dan kata sandi setiap kali masuk ke aplikasi.

Setelah berhasil masuk (log in), pada halaman pertama akan ditunjukkan 4 menu utama dalam aplikasi.  Diantaranya, Menu Peserta yang terdiri dari: a. Fitur Peserta berisi penjelasan tentang data kepesertaan, seperti nama, nomor kartu JKN-KIS, kelas perawatan, tanggal lahir, dan faskes tingkat pertama (FKTP), serta data orang yang tertanggung oleh peserta seperti anak; b. Fitur Kartu Peserta, yang akan menampilkan gambar kartu peserta JKN-KIS; c. Fitur Ubah Data Peserta, dimana peserta bisa melihat dan melakukan pengubahan data seperti melakukan pindah FKTP dan pengubahan data kepesertaan seperti nomor kartu BPJS Kesehatan, nomor telepon genggam, alamat email, dan alamat surat; dan d. Fitur Pendaftaran Peserta, untuk yang ingin mendaftarkan peserta baru.

Lalu, ada Menu Tagihan, yang terdiri dari: a. Fitur Premi, memaparkan tagihan iuran JKN-KIS yang harus dibayarkan dan hanya bisa digunakan untuk peserta kategori peserta mandiri, yakni Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP), dan fitur ini akan memaparkan tagihan iuran JKN-KIS yang harus dibayar; b. Fitur Catatan Pembayaran, untuk melihat berapa jumlah pembayaran premi dan denda; c. Fitur Pembayaran, bagi peserta yang butuh informasi tentang metode pembayaran iuran melalui jaringan pembayaran yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, seperti bank Mandiri, BRI, BNI, BTN dan tokopedia; dan d. Fitur Cek VA (virtual account), untuk mengetahui nomor VA bagi peserta PBPU dan BP.

Ada pula, Menu Pelayanan, yang terdiri dari: a. Fitur Riwayat Pelayanan, untuk mengetahui catatan/riwayat.

SHARE THIS

Author:

0 komentar: