05/10/2017

Ronny Sompie : Cegah Terorisme dan Radikaliisme maka KKK Lakukan Sosialisasi


IDINDO.com - Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Ronny Sompie saat tampil dalam dialog publik "Mapalus Mencegah Aksi Terorisme dan Penyebaran Paham Radikal di Sulawesi Utara untuk Mencaga Keutuhan NKRI" menjelaskan 99 Persen Warga Indonesia yang bangga jadi Indonesia.

"Mari kita gelorakan kebangaan kita sebagai bangsa Indonesia. Kejadian terakhir kasus di Marawi. Terjadi teror di Marawi sangat dekat dengan Sulut jadi Kerukunan Kawanua berupaya mendukung acara ini. Kasus teror di Sulut kita upayakan dengan kegiatan sosialisasi serta menyampaikan kepada keluarga apa yang kita perlu lakukan," ujar Dirjen Imigrasi Kemenkumham.

Sompie menyebut kasus teror sejak bom Bali 1 dan 2 serta teror gereja saat natal. Ada dua sindikat teror Dr Azhari dan Noerdin M Top.

Dirinya pun mencontohkan baru-baru ini di Amerika ada penembakan Massal. Bukan tidak bisa terjadi di Manado. Oleh karena itu kita satukan cara berpikir kita di perbatasan ada 12 pulau kecil yang berbatasam dengan Filipina Selatan.
Ada pulau yang dihuni sebagaian WNI beragama islam yang pulau Tinatareng. Bisa saja dijadikan tempat pelarian dan transit.

"Mengamati WNA yang masuk me Indonesia yang dapat menyebarkan Paham-Paham kebencian dan radikalisme. Umur and a adalah sasaran dari Terorisme. Golongan ekonomi lemah dibiayai dan diberi wawasan dan pemikiran membenci Indonesia," ungkap putra Tonsea tersebut.

Ditambahkannya, kasus teror tidak bicara tentang agama tapi bicara tentang sebuah pemahaman yang dimasukan dalam upaya psikologis. Ada kasus teror melalui perekonomian keluarga.

 "Di Bitung ada warga Sangihe Talaud Flilipina. Datanya fariasi dan di Pulau Selatan Filipina ada 5000 orang," jelasnya.




SHARE THIS

Author:

0 komentar: