03/10/2017

Raden Pardede Sebut Ekonomi Indonesia Kurang Vitanim

    Ist

IDINDO.com - Tingkat pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2017, bisa dibilang cukup baik yakni mencapai 5,01%. 

Menurut Raden Pardede selaku Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kebijaka Moneter, Fiskal dan Publik menjelaskan, pemerintah tidak boleh puas, karena kondisi bisnis saat ini kurang bergairah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kurang vitamin.

Hal ini disampaikannya dalam acara Rakornas Kadin Indonesia, yang diadakan di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Raden melihat saat ini bisnis Indonesia kurang bergairah. Nah menurutnya, Indonesia kurang vitamin C, vitamin E, dan vitamin F.

Vitamin C yang dimaksud Raden adalah confidence atau kepercayaan. "Pemerintah perlu kembali meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi yang hilang. Serta menyelesaikan hambatan dan ketidakpastian yang menurutnya terjadi saat ini," tandasnya.

Lebih Lanjut kata dia, ketidakpastian itu bagaimana? Contohnya, kenapa kita melakukan pendekatan persuasif dan konsumtif pada bea cukai, jadi pendekatan salah tapi akhlak yang benar," kata Raden

Kemudian, ketidakpastian dalam kebijakan yang dikeluhkan oleh dunia usaha saat ini. "Ada kebijakan yang diubah, misalnya ESDM. Yang penting adalah ketidakpastian dalam sosial politik dalam media-media melaksanakan bagaimana supaya membuat sistem mengelola, supaya diproses cepat," 
imbuh Raden.

Lalu vitamin E. Raden mengatakan, pemerintah harus mengembalikan kejayaan ekspor Indonesia yang terjadi di 1999.

Selanjutnya adalah vitamin F. "Menurut saya kalau ekonomi kurang bergairah dibutuhkan stimulasi supaya menolong menstimulasi perekonomian ke arah yang lebih baik. Contoh supaya prioritas anggaran pada sektor bawah, seperti APBN itu kan untuk orang-orang yang membutuhkan," terjang dia.



SHARE THIS

Author:

0 komentar: