20/10/2017

Pertumbuhan Kredit Perseroan Bank Mandiri pada Kwartal III Cukup Menggembirakan


IDINDO.com - Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, pertumbuhan kredit perseroan hingga kuartal III 2017 cukup menggembirakan. Bahkan, pertumbuhannya di atas rata-rata industri perbankan.

"Kami pertumbuhannya di atas pasar, pas 10 persenan," kata Kartika di sela-sela peresmian operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (20/10/2017).

Kartika menjelaskan, hingga kuartal III 2017, perseroan lebih banyak masuk ke segmen kredit ritel. Adapun untuk kredit segmen korporasi, Bank Mandiri lebih banyak menyalurkan untuk sektor infrastruktur dan kelapa sawit.

Sementara itu, penyaluran kredit ke segmen ritel lebih banyak difokuskan ke sektor mikro dan konsumer. Ini antara lain berupa penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor untuk roda empat, dan sebagainya.

Selain itu, Kartika juga menuturkan bahwa Bank Mandiri telah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar sekira Rp 8 triliun hingga kuartal III 2017. Adapun target penyaluran KUR Bank Mandiri hingga akhir tahun mencapai Rp 13,8 triliun.

"Kami memang banyak di sektor produktif, banyak kaitan ke pertanian, pasar-pasar pertanian seperti untuk petani padi, perkebunan sawit, dan sebagainya," jelas Kartika.

Bank Mandiri hingga saat ini memiliki sebaran unit kerja mikro yang cukup banyak. Sehingga, penyaluran KUR diharapkan dapat berlangsung dengan cepat.

Per kuartal II 2017, Bank Mandiri mencatat penyaluran kredit mencapai Rp 682 triliun, naik 11,6 persen secara tahunan.

Kredit modal kerja tumbuh 5,2 persen menjadi Rp 319,9 triliun, kredit investasi tumbuh 16,6 persen menjadi Rp 194,4 triliun, serta kredit konsumer tumbuh 20,0 persen menjadi Rp 91,3 triliun.

Baki (porsi) debet kredit infrastruktur Bank Mandiri pada akhir kuartal II 2017 mencapai Rp 133,7 triliun atau tumbuh 15,0 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Dari nilai tersebut, disalurkan untuk pembiayaan jalan raya dan tol sebesar Rp 8,4 triliun, transportasi sebesar Rp 36,0 triliun, tenaga listrik Rp 27,0 triliun, migas dan energi terbarukan sebesar Rp 20,9 triliun, konstruksi sebesar Rp 13,1 triliun, dan telematika sebesar Rp 8,5 triliun.

Untuk sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM), Bank Mandiri membukukan baki debet kredit sebesar Rp 78,1 triliun pada kuartal II 2017. Perseroan telah menyalurkannya kepada sekitar 938.000 nasabah pelaku UMKM.

Selain itu, perseroan telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 5,82 triliun untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kemudian dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 10,1 persen menjadi Rp 760,9 triliun.

Sumber : Kompas.com

SHARE THIS

Author:

0 komentar: