16/10/2017

Pemberantasan Korupsi: Pilih KPK atau Polri?

  Hastoruan saat memberikan materi PBJ

IDINDO.com - Belakangan muncul pro dan kontra atas pembentukan Densus Tipikor di tubuh Polri. Ada yang mendukung dan ada pula yang menolak.

Idindo berkesempatan mewawancarai Hasudungan Sihombing (Hastoruan) pakar Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (PBJ). Berikut petikan pembicaraan Idindo dengan Hastoruan.

- Apakah Bapak setuju dengan pembentukan Densus Tipikor seperti yang sudah diumumkan oleh Kapolri beberapa hari yang lalu?

Saya sangat setuju dan mendukung pembentukan Densus Tipikor di tubuh Polri. Karena memang itulah yang pas.

Sebenarnya saya sudah menyarankan pembentukan Densus ini sejak mengajar Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di Mabes Polri tahun 2012.

Saya sangat bersyukur akhirnya Pimpinan Polri (Kapolri) berani mengambil keputusan membentuk Densus Tipikor.

- Faktor-faktor apa saja yang menguatkan dukungan Bapak terhadap Densus Tipikor Polri?

Pertama, secara institusi Polri mempunyai struktur yang paling lengkap. Mulai dari Pusat sampai ke Kelurahan/Desa.

Kedua, secara SDM Polri juga yang paling siap. Polri mempunyai personel yang paling banyak mulai dari tingkat Pusat (Mabes), Provinsi (Polda), Kabupaten/Kota (Polres), Kecamatan (Polsek), dan Kelurahan/Desa (Pos).

Selain itu, selama ini juga personel Polri lah yang menjadi andalan di KPK. Hal ini jelas menggambarkan memang institusi Polri lah yang paling siap menangani korupsi.

Ketiga, 90% kasus korupsi merupakan kasus PBJ, sehingga penanganan korupsi menuntut kesiapan personel lembaga yang memiliki keahlian pada bidang PBJ.

Dari pengalaman mengajar PBJ di Mabes Polri, tingkat kelulusan setiap kali mengikuti ujian Sertifikasi PBJ Mabes Polri selalu diatas 80%.

Tingkat kelulusan ini sangat luar biasa dan berada diatas instansi-instansi lain yang saja ajar.

Peringkat kedua adalah TNI. TNI juga mempunyai tingkat kelulusan yang tinggi. Bahkan melebihi tingkat kelulusan di Instansi Pemerintah lain, bahkan BUMN.

Keempat, dari pengalaman Polri selalu sukses dengan unit-unit khusus yang dibentuk. Mulai dari Densus 88 Anti Teror. Kemudian BNN. Dan sekarang Densus Tipikor.

Dari keempat alasan diatas, saya yakin Polri akan mampu mengemban tugas baru ini dengan baik.

- Apa sebaiknya yang harus difokuskan Densus Tipikor?

Menurut saya, sebagai institusi besar sebaiknya Polri dapat mengutamakan pencegahan melalui pembinaan. Sehingga akan terlihat wajah baru pemberantasan korupsi.

SHARE THIS

Author:

0 komentar: