30/10/2017

Karyono Wibowo Nilai Partai Pendukung RK bisa Berbelok Arah

   Ist

IDINDO.com - Sejauh ini sudah ada sejumlah partai yang secara langsung telah menyatakan dukungannya terhadap Walikota Bandung, Ridwan Kamil untuk bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat (Jabar) 2018 mendatang.

Partai-partai tersebut diantaranya, Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) serta Partai Golkar (PG).

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Public Insititute (IPI) Karyono Wibowo jika koalisi pendukung Emil ini tidak menyepakati satu nama wakil, bisa saja partai-partai itu berubah pikiran berbelok arah mendukung kandidat lain,”katanya, Senin, (30/10/2017).


Bahkan ujarnya, tak sampai di situ akan tetapi potensi perpecahan di tingkat pemilih akar rumput juga sangat mungkin terjadi. Namun endingnya, kesemrawutan tersebut sudah pasti akan berbuah kekecewaan yang membuat struktur dan konstituen menjadi labil.
“Belum lagi potensi pecahnya struktur dan pemilih Golkar juga akan dihadapi oleh Ridwan Kamil jika seandainya Ketua DPD Golkar Dedi Mulyadi diusung oleh partai lain. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi RK,” tutur Karyono.
Sejatinya ujarnya, kedewasaan partai koalisi dan terutama Ridwan Kamil selaku pemegang otoritas penentu wakil, sangatlah diperlukan. Menurutnya, mementukan calon wakil tolak ukurnya juga bukan sekedar menang di popularitas dan elektabilitas survei. Tapi lebih dari itu, RK harus menentukan wakil yang siap bekerja ekstra demi masyarakat.
“Jika sang wakil itu kebetulan seorang kepala daerah, birokrat atau wakil rakyat ataupun apa lah, dilihat juga seberapa bagus dia track record kinerja ha selama jadi pejabat. Rebutan tiket Wakil Gubernur Jawa Barat di kubu Ridwan Kamil berpotensi merugikan sang kandidat. Jika ego partai pengusung dan pendukung itu tetap memaksakan ego pribadinya, bukan mustahil perpecahan akan terjadi," tuturnya.

Bahkan tak sampai di situ. Potensi perpecahan di tingkat pemilih akar rumput juga sangat mungkin terjadi. Endingnya, kata dia, kesemrawutan tersebut sudah pasti akan berbuah kekecewaan yang membuat struktur dan konstituen menjadi labil.
“Belum lagi potensi pecahnya struktur dan pemilih Golkar juga akan dihadapi oleh Ridwan Kamil jika seandainya Ketua DPD Golkar Dedi Mulyadi diusung oleh partai lain. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi RK,” katanya.
Bagaimana pun juga tutur dia, kedewasaan partai koalisi dan terutama Ridwan Kamil selaku pemegang otoritas penentu wakil, sangatlah diperlukan. Menurutnya, mementukan calon wakil tolak ukurnya juga bukan sekedar menang di popularitas dan elektabilitas survei. Tapi lebih dari itu, RK harus menentukan wakil yang siap bekerja ekstra demi masyarakat.

“Jika sang wakil itu kebetulan seorang kepala daerah, birokrat atau wakil rakyat ataupun apa lah, dilihat juga seberapa bagus dia track record kinerja ha selama jadi pejabat,”jelasnya, 

SHARE THIS

Author:

0 komentar: