09/10/2017

Film Saur Sepuh Tampil di Festival Europalia di Belgia


IDINDO.com - Europalia Arts Festival kembali digelar di Belgia. Tahun ini, semenjak diadakan pada 1969, untuk pertama kalinya Indonesia terpilih sebagai Guest Country atau negara tamu kehormatan di festival seni dan budaya internasional yang diselenggarakan dalam dua tahunan (biennial) itu.

Indonesia menjadi negara ke-8 yang terpilih sebagai guest country di luar negara anggota UE (Uni Eropa) setelah Jepang (1989), Meksiko (1993), Rusia (2005), China (2009), Brasil (2011), India (2013), Turki (2015).

Festival Europalia merupakan kegiatan seni dan budaya yang bersifat multi-disipliner yang mementaskan musik, tarian, teater, film, seni kontemporer, dan bentuk kesenian lainnya. Indonesia terpilih sebagai Guest Country untuk Festival Europalia 2017 sesuai keputusan resmi yang disampaikan surat General Manager Europalia International kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tertanggal 21 Mei 2015.

Europalia Arts Festival Indonesia akan dibuka secara resmi oleh Raja Belgia Philippe Leopold Louis Marie dan dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Selasa (10/10/2017).

Persiapan matang pun dilakukan tim Indonesia untuk menghadirkan festival seni dan budaya terbaik di Eropa. Apalagi selain di Belgia, kegiatan Europalia juga diselenggarakan di beberapa negara Eropa tetangga seperti Belanda, Jerman, Inggris, dan Prancis.

Demi menampilkan kekayaan seni dan budaya Indonesia, 486 pekerja seni dilibatkan. Mereka membuat 226 karya seni, 69 pertunjukkan tari dan teater, 71 musik, 36 sastra, 38 film dan 14 pameran.

Dari deretan film yang akan ditayangkan di depan penonton Europalka Arts Festival, beberapa di antaranya adalah Sang Penari, A Copy of My Mind, Laskar Pelangi, Opera Jawa, 3 Doa 3 Cinta, Ziarah dan Saur Sepuh: Satria Madangkara.

Sedangkan untuk pamerannya, dua pameran yang menarik adalah pameran Ancestor dan Archipel. Dalam pameran Anrchiple, tim dari Indonesia menghadirkan perahu Padekawang yang dibuat di Tana Beru Bulukumba. Untuk bagian layarnya dan tali-tali tradisionalnya dikerjakan di Mandar, Sulawesi Barat.

Sedangkan layarnya ditenun oleh wanita di Kampung Lanu Campalagian lalu dibuat oleh nelayan Pambusuang. Ada pula tali yang terbuat dari ijuk dan sabut kelapa yang dipintal di Lambe, Karama.

Proses awal pembuatan perahu ini dimulai sejak April 2017. Setidaknya ada kurang lebih 300 bagian perahu dengan total berat 3,8 ton. Perahu Padewakang memiliki ukuran 12 meter, lebarnya tiga meter, dan tingginya lebih dua meter.

Perahu legendaris Padewakang ini menjadi simbol kemajuan peradaban teknologi kemaritiman Nusantara. Perahu tersebut akan dipamerkan di museum La Boverie di Liege.

Pameran berikutnya adalah Archipel. Pameran dengan tema ini akan membawa pengunjung BOZAR di Brussels melalui sejarah Indonesia yang bergolak, mulai dari koloni Belanda dan masa kependudukan Jepang hingga saat ini.

Melalui mata empat seniman abad ke 19 dan 20 pengunjung akan diajak melihat bagaimana seni berangsur-angsur berevolusi di Indonesia. Melalui karya seninya, seniman kontemporer seperti Agung Kurniawan, Wendelien van Oldenborgh, Ana Torfs dan banyak lainnya akan mengunggah bagaimana perdagangan, budaya, agama dan perang saling terkait erat di Indonesia.

Dengan menghadirkan berbagai ragam seni dan budaya Tanah Air di Eropa ini diharapkan bisa semakin meningkatkan ketertarikan warga asing pada Indonesia. Oleh karena itulah Kementerian Pariwisata menyambut baik acara Europalia Arts Festival dimana Indonesia terpilih sebagai negara tamu kehormatan untuk pertamakalinya.

"Dari sisi pariwisata, kebudayaan merupakan salah satu potensi dan kekuatan Indonesia sebagai destinasi wisata, khususnya wisatawan dari Eropa, yang pada semester satu tahun 2017 tumbuh positif," ujar Nia Niscaya, Asdep Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika Kementerian Pariwisata. 

Sumber : Detik.com

SHARE THIS

Author:

0 komentar: