05/10/2017

Donald Trump Utarakan Penembakan di Las Vegas Sebagai Kejahatan Murni

     Ist

IDINDO.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (2/10/2017) menyebut penembakan massal dalam satu konser di Las Vegas yang menewaskan lebih 50 orang sebagai kejahatan murni. Trump berencana mengunjungi Las Vegas pada Rabu.

"Dalam mengenang korban, saya telah menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang," kata Presiden AS itu di dalam pernyataan yang ditayangkan televisi sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi (3/10/2017).

Trump akan mengunjungi Las Vegas pada Rabu untuk bertemu dengan penegak hukum dan keluarga korban.

Pada Senin pagi, Trump di akun Twitternya bersimpati dan belasungkawa bagi korban dan keluarga korban atas penembakan tersebut.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengatakan penyelidikan awal sedang dilakukan.

Secara terpisah, kantor berita IS, Amaq, pada Senin melaporkan pelaku penembakan massal di Las Vegas adalah dilakukan salah satu prajuritnya.

Amaq menyiarkan dua pernyataan singkat. Pertama mengklaim pelaku penembakan massal adalah prajurit IS, dan kedua ia telah memeluk Agama Islam beberapa bulan lalu.
Sedikitnya 58 orang tewas dan tak kurang dari 515 orang dibawa ke beberapa rumah sakit akibat penembakan massal di satu konser Route 91 Harvest Festival di Las Vegas, Negara Bagian Nevada AS pada Minggu malam atau Senin pagi WIB.
Jumlah korban jiwa membuat penembakan di Mandalay Bay Hotel Las Vegas Trip tersebut menjadi yang paling mematikan dalam sejarah AS.

"Seorang kakek (64) melepaskan tembakan dari Lantai 32 Mandalay Bay Hotel sekitar pukul 22.08 waktu setempat," kata Sheriff Departemen Polisi Metropolitan Las Vegas (LVMDP) Joseph Lombardo.
Para penyelidik mengatakan pelaku penembakan, bernama Stephen Craig Paddock (64), pria kulit putih dari Mesquite, Negara Bagian Nevada. Pasukan Swat LVMPD langsung menerobos ke kalam hotel dan menemukan tersangka sudah tewas.


Sumber: Xinhua, Antara

SHARE THIS

Author:

0 komentar: