26/10/2017

Diduga Cabuli Muridnya, Oknum Guru SD Ditangkap Polres Bogor


IDINDO.com, BOGOR - Seorang oknum guru SD di Kota Bogor berinisial MM ditangkap polisi karena diduga memperkosa muridnya berinisial YS (10) di ruangan kelas.

Tanpa perlawanan, pelaku ditangkap di rumahnya di kawasan Bantarjati Atas Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor pada pada Sabtu, 21 Oktober 2017.

“Tersangka kooperatif tanpa melakukan perlawanan,” ucap Kasubag Humas Polres Bogor Kota AKP Syarif Hidayat dalam keterangannya, Senin (23/10/2017).

Saat diperiksa, tersangka membantah melakukan persetubuhan terhadap korban dan mengakui hanya memijit tubuh korban di kursi dan lantai kelas 4A.

Syarif mengatakan, dugaan pencabulan terjadi pada tahun 2014. Saat itu, korban masih duduk di kelas 4 SD. Namun korban baru menceritakan kejadian itu kepada ibu dan ayah tirinya pada 3 September 2017 lalu. Orang tua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bogor Kota.

Kejadian bermula saat korban sedang sendiri di kelasnya. Ia tidak ikut pelajaran olahraga dengan alasan tidak punya baju olahraga.

Pelaku kemudian mendekati korban sambil membawa lakban dan tali rapia. Pelaku menempelkan lakban ke mulut korban dan mengikat tangannya dengan tali rapia. Selanjutnya, pelaku menyetubuhi korban di ruang kelas.

Setelah selesai melampiaskan birahinya selama satu jam, tersangka mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian itu kepada orang lain.

“Jangan bilang siapa-siapa, kalau kamu bilang sama orang-orang kamu saya bunuh,” ucap korban menirukan perkataan tersangka.

Atas perbuatannya, tersangka MM kini ditahan di Mapolres Bogor Kota. Kepolisian bakal melakukan pengembangan untuk mengetahui korban lainnya.

“Tersangka telah ditahan. Selanjutnya akan dilakukan pengembangan apakah ada korban-korban yang lain,” tambahnya.

AKP Syarif Hidayat menegaskan, tersangka bakal dijerat dengan Pasal I, angka 1, Undnag-Undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun atau denda sebesar Rp 5 miliar.

Sumber : Beritahati.com


SHARE THIS

Author:

0 komentar: