06/09/2017

Miangas Yang Tak Lagi Terisolir, Masyarakatnya Pun Mulai Doyan Medsos


IDINDO, MANADO – Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Sebaris kalimat ini sudah begitu familiar di telinga masyarakat. Karena empat pulau ini merupakan wilayah terluar dan terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Untuk tahun 2017, mungkin tepat bila disebut tahunnya Pulau Miangas. Sebuah pulau kecil sejuta pesona di paling ujung utara Indonesia, yang berada di wilayah Kecamatan Nanusa, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Sebab, sejak akhir 2016 hingga pertengahan 2017. Miangas untuk kali pertamanya dikunjungi langsung Presiden RI Joko Widodo, lalu dalam kurun waktu tersebut dikunjungi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Hingga Menkominfo Rudiantara dan sejumlah menteri lainnya. Belum termasuk dengan kunjungan tugas Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Bupati Talaud Sri Wahyumi Manalip yang mulai rutin berekspansi menjaga keutuhan dan kesejahteraan masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.
Mungkin tak banyak yang tahu, sebagai pulau di ujung utara Indonesia, Miangas dulu tak memiliki akses telekomunikasi sehingga warga merasa terisolir. Bahkan saat kunjungan Presiden RI pada Oktober 2016. Para awak media yang melakukan tugas peliputan harus berjibaku hingga bolak-balik dari lokasi kunjungan ke tenda milik TNI. Bukan untuk istirahat atau melepas lelah. Namun demi bisa mendapatkan sinyal Wifi, sebagai satu-satunya jalan menyentuh ‘dunia luar’ dalam mengakses internet untuk mengirimkan hasil peliputan berupa data teks, foto dan video ke redaksinya masing-masing. Karena sebelumnya jaringan yang ada hanya mampu mengakes jaringan 2G.
Namun sekarang, perubahan mulai difokuskan pada Pulau Miangas. Dimana Telkomsel yang merupakan operator terbesar di tanah air sudah menyelesaikan pembangunan infrastruktur telekomunikasi 4G untuk melayani dan memberikan kenyamanan kebutuhan komunikasi bagi masyarakat Miangas.

Pembangunan BTS 4G di Pulau Miangas

Hal ini sejalan dengan hasrat sejak pendirian perusahaan Telkomsel, untuk membangun, membentuk digital society (masyarakat digital) dan mempersempit digital divine (kesenjangan digital). Tercatat, total saat ini Telkomsel memiliki sebanyak 753 BTS yang beroperasi melayani di berbabagi wilayah perbatasan di Indonesia. Dari total tersebut, 177 BTS di antaranya telah dilengkapi teknologi mobile broadband 3G dan 4G. 70 BTS ditempatkan di Sulut yang berbatasan dengan Negara Filipina. Dan satu BTS yang ditempatkan yakni sudah mendukung teknologi 4G.

“Sudah menjadi tanggung jawab kami untuk mempersatukan negeri secara berkesinambungan dengan terus membangun dan membuka akses layanan telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah perbatasan Negara," tulis Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah dalam siaran persnya yang diterima redaksi.

Dalam beberapa bulan terakhir ini sejak diluncurkannya teknologi 4G di Pulau Miangas. Masyarakat maupun prajurit TNI yang bertugas pun mulai bisa menikmati berinternetan secara nyaman dan lancar. Bukan hanya sekedar berstatus di media sosial. Beberapa bahkan mampu menggunakan fasilitas siaran langsung (live) melalui aplikasi jejaring sosial, nyaris tanpa buffering. Hal yang tiga bulan sebelumnya cukup mustahil bisa dilakukan dari Pulau Miangas.
Sedikit banyak, melalui layanan broadband ini secara tak langsung mendorong produktivitas masyarakat Miangas, seperti dalam aspek sosial, ekonomi, pariwisata maupun lainnya.

Sebagai surga tersembunyi di ujung utara Indoensia. Miangas kini bukan hanya sekedar wilayah terluar perbatasan yang terisolir. Miangas kini telah berubah. Miangas sudah memiliki bandara, bank hingga yang utama akses layanan telekomunikasi 4G, yang mampu mendekatkan masyarakatnya dengan Ibu Pertiwi.(*)


Editor: Donald karouw



SHARE THIS

Author:

0 komentar: