16/09/2017

Reskrimsus Polda Metro Jaya Bongkar Kasus Pornografi Anak

   Ist

IDINDO.com, JAKARTA - Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya kembali membongkar kasus pornografi anak di bawah umur. Para pelaku mengedarkan konten pornografi di media sosial dengan objek anak-anak gay.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, kasus ini terbongkar setelah pihaknya menerima informasi masyarakat terkait maraknya konten pornografi anak di bawah umur di media sosial Twitter.

"Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya kemudian membentuk Satgas khusus dengan melaksanakan Operasi Nataya III untuk menindak lanjuti informasi tersebut," ujar Argo saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (16/9/2017).

Pornografi terhadap anak di bawah umur ini ditawarkan dalam tiga akun Twitter yakni @VGKSale, @febrifebri745 dan @freeVGK69. Ketiga akun Twitter ini dioperasikan oleh tiga tersangka yakni YUL (19), HER alias UHER (30) dan IK (30).

"Tiga pelaku yang merupakan admin sudah ditangkap dan kasusnya masih dalam pengembangan terus," imbuh Argo.

Dalam kesempatan yang sama, Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan mengatakan, Operasi Nataya III ini merupakan operasi lanjutan dari Operasi Candy I dan Candy II dengan sasaran operasi adalah pornografi anak yang marak terjadi di media sosial.

Polda Metro Jaya juga bekerja sama dengan Federal Bureau Investigation (FBI) dan juga Homeland Security. "Dari join investigation itu kamj mendapatkan informasi ada aplikasi yang menawarkan gambar VGK (Video Gay Kids). Jadi dalam akun itu ditampilkan baik video maupun konten image hubungan seksual antara laki-laki dengan anak laki-laki," jelas Adi.

Dari hasil penyelidikan dan kerja sama yang intens tersebut, penyidik akhirnya menangkap ketiga tersangka di tiga lokasi berbeda di Purworejo, Jawa Tengah, Garut dan Bogor, Jawa Barat. Para pelaku memperjual-belikan konten pornografi anak melalui akun Twitter tersebut dan kemudian menerima bayaran dari pembeli dengan cara transfer melalui rekening.

"Dari ketiga pelaku ini mereka kerap bertransaksi gunakan Twitter dalam komunikasi dan menawarkan, apabila ada yang tertarik orang tersebut transfer atau berikan pulsa ke pelaku," tutur Adi. 


Sumber : Detik.com

SHARE THIS

Author:

0 komentar: