25/09/2017

GIAK Curigai ada Kejanggalan Anggaran Sementara KUA-PPAS Minahasa 2017

      Allan Parinusa Ketua GIAK Minahasa


IDINDO.com - Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Pemkab bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Minahasa terus menggenjot pembahasan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD-Perubahan tahun 2017. 

Ironisnya dalam pembahasan tersebut, Banggar menemukan kejanggalan beberapa mata anggaran disektor pendidikan dan kesehatan.

Hal ini dibenarkan Ketua Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) Kabupaten Minahasa Allan Parinusa, S. Sos, MAP yang memantau langsung jalannya pembahasan APBD-P bertempat di Ruang Paripurna Kantor DPRD Kabupaten Minahasa Jumat (22/09/2017) pekan lalu.

Parinusa mencurigai adanya kenaikan anggaran yang di plot ke Dinas Kesehatan yang mencapai Rp730 juta, serta Anggaran di sektor pendidikan yang ditata lewat APBD induk sebesar Rp23 Milliar mengalami kenaikan yang cukup signifikan Rp 25 Milliar.

”Ini patut dicurigai sebab anggaran yang di plot ke Dinas Kesehatan tidak diuraikan dala KUA-PPAS. Selain itu dana untuk sertifikasiguru dan dana Bos di bidang pendidikan juga sangat mencurigakan,”kata Parinusa.

Diapun kemudian menduga adanya setingan anggaran yang bakal dipersiapkan untuk Pilkada di Kabupaten Minahasa pada tahun 2018 mendatang.”Saya mencurigai kemungkinan ada upaya untuk menata aggaran untuk Pilkada 2018,”tegasnya.

Namun demikian kata Parinusa, Sekretaris Kabupaten (Sekab) Jeffry Korengkeng mengaku dihadapan Banggar akan menghadirkan Perangkat Daerah (PD ) terkait untuk menjelaskan anggaran tersebut. 

Sebelumnya, terungkapnya penataan kejanggalan Anggaran tersebut terangkat ketika Wakil Ketua DPRD Careig Runtu mempertanyakan soal kenaikan di dua PD tersebut, dimana Carig sangat ngotot agar pihak TAPD segera menjelaskan kejanggalan anggaran di Dua Perangkat Daerah tersebut. “Saya ingin kita terbuka dalam pembahasan ini. Coba lihat ada beberapa poin yang kami tanyakan mengenai kenaikan anggaran yang belum dijawab TAPD. Silahkan Di jawab. Disini kana ada Ketua TAPD, kenapa harus menunggu Perangkat Daerah terkait,”tegas Careig.

Diapun kemudian menjelaskan mengenai anggaran penyakit menular yang tidak secara transparan dijelaskan dalam KUA serta dana Sertifikasi yang juga mengalami kenaikan Rp2 Milliar.”Saya ingin pertanyaan kami segera dijawab sehingga kenaikan anggaran dapat diketahui masyarakat,”tandas Calon Wakil Bupati Minahasa tahun 2018 ini.

SHARE THIS

Author:

0 komentar: