28/09/2017

BSG Turunkan Suku Bunga, ASN Antri Kredit Konsumtif

   Ist

IDINDO.com, MANADO - Menghadapi persaingan yang kian ketat antara sesama perbankan, PT Bank Sulawesi Utara-Gorontalo (SulutGo) tidak tinggal diam melakukan inovasi produk guna menjalankan fungsi intermediasi perbankan.

Selain gesit dalam menggaet nasabah untuk berbagai jenis produk tabungan, menurut Kepala Cabang Utama PT Bank SulutGo (BSG), Jhon Walukow, pihaknya juga bertindak cepat mengantisipasi persaingan dalam hal penyaluran kredit kepada masyarakat.

Apalagi, kecenderungan pangsa pasar kredit yang mulai tergerus oleh ekspansi besar-besaran dari berbagai kompetitor yang tertarik masuk pada core bisnis bank kebanggaan masyarakat Provinsi Sulut dan Gorontalo tersebut, yaitu kredit konsumstif.

Memang -fakta menunjukkan-, mulai dari bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga milik swasta, kini ramai-ramai masuk pada pangsa pasar konsumtif yang cukup menjanjikan.

Praktek dumping pun kian marak, dimana bank-bank berani pasang bunga rendah untuk kredit konsumtif.  Bahkan, mereka berani take over kredit yang ada di bank lain untuk merebut nasabah PT BSG yang notabene adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran pemerintah provinsi (pemprov) dan semua kabupaten/kota.

Itu sebabnya, Walukow membenarkan, pihaknya mengambil langkah berani dengan menurunkan suku bunga kredit konsumtif hingga 0,9 persen/bulan.  Tak heran, kalau ASN kini ramai-ramai mengajukan kredit baru di bank bertagline “Torang pe Bank” itu.

Menurut dia, Bank SulutGo punya kelebihan yang tidak dimiliki bank lain.  Sebab, gaji PNS semuanya melalui BSG, sehingga angsuran kredit langsung dipotong.  Jika kredit di take over bank lain, dikuawatirkan terjadi kredit macet pada bank tersebut.

“Yang namanya uang sudah ditangan, mereka pasti berpikir dua kali untuk membayar angsuran,” ujar bankir yang sudah lima tahun menduduki posisi Kacab Utama PT BSG Manado.

Ia menambahkan, guna memaksimalkan pelayanan, pihaknya terus berkomitemen memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.  “Tidak ada pegawai yang mempersulit nasabah. Semuanya dilayani secara maksimal,” pungkas Walukow.

Pantauan wartawan, terjadi antrean di bagian kredit oleh ASN yang ingin mengajukan pinjaman baru karena tergiur dengn bunga kredit yang rendah.  

“Lumayan, bunga kredit sudah turun dan saya langsung mengajukan kredit,:” kata Vecky, ASN asal Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Prov. Sulut. (Revly/meldi)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: