14/08/2017

Presiden Jokowi Ingatkan Pemda DKI Jakarta Terkait Penyerapan Anggaran

   Ist

IDINDO.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) dalam melakukan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sekda DKI Saefullah menilai penyerapan anggaran yang dilakukan Pemprov sudah baik dan mencapai angka 40 persen.

"Sudah sekitar 40-an persen atau 48 persen kali yang terserap. Bagus kalau sudah begitu, ini kan Desember akhirnya, kan (proyek) fisik belum bayar," kata Saefullah di Balai Kota Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (14/8/2017).

Saefullah mengatakan Pemprov DKI terus melakukan upaya agar APBD terserap maksimal. Dirinya menyebut penyerapan anggaran harus dilakukan dengan hati-hati.

"Sekarang sedang dikerjakan penyerapan itu, nanti sesuai aturan. Jadi nggak kita seperti serap seperti uang sendiri. Ini APBD kita patuhi Presiden untuk melakukan penyerapan sebaik-baiknya," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi geram dengan rendahnya serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di sejumlah kabupaten/kota. Jokowi telah menyiapkan sanksi bagi kepala daerah yang masih minim serapan APBD-nya.

"(Sanksi) itu yang akan disiapkan. Karena sampai hari ini saya lihat kemarin di rekening masih ada Rp 220 triliun yang berada di rekening-rekening, baik di BPD (Bank Pembangunan Daerah) maupun di bank-bank lain," kata Jokowi usai kegiatan penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMPN 7 Jember, Minggu (13/8).

Menurut Jokowi, dengan tidak terserapnya APBD, maka akan mengganggu sistem perekonomian di suatu daerah. Sebab anggaran tersebut sangat dibutuhkan masyarakat dalam rangka realisasi pembangunan di daerah.

"Uang ini ditunggu rakyat, ditunggu realisasinya. Kalau uang itu bisa beredar di pasar, bisa beredar di daerah, itu akan sangat membantu sekali pertumbuhan ekonomi," kata Jokowi.

Oleh karena itu, Jokowi menegaskan perlu adanya sanksi bagi kepala daerah yang serapan APBD-nya masih di bawah rata–rata. Namun dia enggan menjelaskan sanksi seperti apa yang nantinya akan diberikan.

"Ada sanksi. Nanti akan kita siapkan," ujarnya singkat. 

Sumber : Detik.com

SHARE THIS

Author:

0 komentar: