12/08/2017

LAPD Ikat Kerja-sama Satgas Dana Desa


IDINDO.com - Pertemuan begitu akrab dan penuh kekeluargaan terlibat antara Lembaga Ahli Pengadaan Desa (LAPD) dan Satgas Dana Desa di ruang kerja Ketua Satgas Dana Desa, Bibit Samad Rianto Rabu (07/8/2017) di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut Bibit didampingi Deputi Bidang Kebijakan dan juga Deputi Bidang Monitoring dan Evaluasi. Sedangkan LAPD sendiri dipimpin Ketua Umum, Hastoruan didampingi Sekjen LAPD Fauzi Fintelliansyah, Bendum Sri Rahayu ND, Kabid Organisasi dan Keanggotaan Anton Djunaedi, Kabid Umum Yudhistira Labinsar, dan juga M. Ikbal dari Kabid Hukum dan Advokasi.

Lanjut kata dia, tugas utama Satgas Dana Desa mengevaluasi regulasi terkait Dana Desa, sosialisasi dan advokasi, monitoring dan evaluasi, harmonisasi hubungan antar lembaga serta menindaklanjuti pengaduan masyarakat atas dugaan terjadinya penyimpangan penggunaan Dana Desa.

Sementara, Hastoruan menyampaikan pandangan bahwa permasalahan utama Dana Desa adalah pada Pengadaan Barang dan Jasa Desa (PBJ Desa). Sehingga LAPD mengajak agar Satgas Dana Desa bisa bersama-sama LAPD mengutamakan proses pencegahan korupsi Dana Desa daripada proses penegakan hukum. LAPD berpandangan lebih baik mencegah daripada mengobati.

"Saat ini sekitar ratusan ribu panitia Pengadaan Barang dan Jasa Desa (PBJ) Desa yang disebut TPK (Tim Pengelola Kegiatan) belum mendapatkan Pelatihan/Bimtek. Bintek Desa saat ini pada umumnya mengenai APBDes, RPJMDes, RKPDes, Bumdes, dan Laporan Keuangan Desa. Sementara masalah riil yang dihadapi adalah bagaimana melaksanakan PBJ Desa dengan Akuntabel sesuai aturan," tegas dia.

TPK itu ibarat pilot, sehingga kalau tidak terlatih dan tidak memiliki SIM akan sangat berbahaya bagi penumpang. Oleh karena itu, LAPD yang merupakan satu-satunya lembaga profesi dibidang PBJ Desa saat ini fokus menyiapkan diri untuk memberikan Bimtek PBJ Desa kepada para TPK.

Ditambahkannya, dengan menggunakan Metode Khusus (PTSL/Program Training Sampai Lulus) yang sudah diaplikasikan selama 7 tahun pada program Bimtek PBJ Nasional, dan memberikan tingkat kelulusan ujian Sertifikasi Ahli PBJ Nasional diatas 80%, maka LAPD optimis dapat memberikan pelayanan terbaik.

Menurut pegawai di Kementerian Bappenas ini, para pengajar LAPD, 90% merupakan perwira-perwira TNI/Polri aktif hasil dari program PTSL. Mereka siap berkontribusi untuk menghasilkan TPK-TPK yang profesional dengan cara yang sederhana dan tidak rumit seperti yang sudah mereka dapatkan dalam program PTSL.

Selain itu kata Has, materi PBJ Desa, para TPK juga akan dibekali materi Bela Negara dan juga materi Pancasila. Dengan demikian akan dihasilkan TPK-TPK yang profesional, cinta Negara, dan berjiwa Pancasila.

SHARE THIS

Author:

0 komentar: