18/07/2017

Petinggi Partai Golkar Sambangi Kediaman Aburizal Bakrie

    Ist

IDINDO.com - Para politisi partai Golkar menyambangi rumah kediaman Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie Selasa (18/7/2017) malam. Kedatangan mereka pasca rapat pleno yang membahas salah satunya soal penetapan tersangka Setya Novanto.

Seperti dilaporkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Ketua Umum Golkar ini sebagai tersangka pada kasus KTP elektronik.

Petinggi Golkar yang hadir sejak Pukul 19.15 yakni Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, Koordinator Bidang (Korbid) Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Golkar, Yorrys Raweyai dan lainnya.

Aburizal terlihat berada di rumahnya. Sejauh ini, awak media pun belum sempat masuk ke halaman rumah belum diperkenankan untuk meliput di dalam rumah.

Usai rapat pleno di DPP Golkar, Sekjen Idrus Marham menjelaskan maksud pertemuan di rumah Aburizal tak lain untuk menyampaikan perkembangan terkini, termasuk persoalan di DPR.

Idrus pun tak menyinggung secara khusus apakah kasus Setya Novanto turut dibahas pada pertemuan malam ini.

"Jadi pertemuan nanti malam, DPP Partai Golkar bertemu dengan Dewan Pembina untuk menyampaikan perkembangan terkini, sekaligus bagaimana respons DPP Partai Golkar dan dinamika politik di DPR, kita akan sampaikan semuanya," kata Idrus di Kantor Golkar Jalan Anggrek Neli, Jakarta Barat, Selasa petang. 

Bersama Aburizal, Idrus mengatakan pihaknya akan mendengar respons terkait langkah yang sudah diambil DPP Golkar.
Pada rapat pleno Partai Golkar terdapat tujuh keputusan, salah satunya Partai Golkar tidak menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub). Dengan tidak menggelar munaslub, artinya Golkar tidak menggelar pemilihan ketua umum partai untuk menggantikan Novanto.

Sementara Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid, dalam konfrensi pers di DPP Golkar, di Jalan Anggrek Neli, Jakarta Barat, Selasa (18/7/2017) mengatakan, DPP tetap berketetapan untuk melaksanakan keputusan Rapimnas tahun 2017 khususnya yang berkaitan bahwa tidak akan melaksanakan munas luar biasa.

DPP Golkar juga menyetujui keputusan Novanto untuk menugaskan ketua harian dan sekretaris jenderal untuk bersama-sama melaksanakan koordinasi dalam menjalankan fungsi pengendalian dan tugas organisasi.

"Dan tetap berkoordinasi melaporkan kepada ketua umum partai golkar yaitu bapak Setya Novanto," tuturnya.

SHARE THIS

Author:

0 komentar: