19/07/2017

Naik Ojek ke Kantor, Ketum LAPD Puji Sikap Kerendahan Hati Irjen Roy Lumowa

                  Foto : Istimewa


IDINDO.com — Kendati punya posisi strategis di lingkup Mabes Polri, namun tak membuat dirinya berubah atau menjadi sombong. Akan tetapi, sikap kerendahan hati sang Jenderal ditunjukan kepada bawahannya. 

Berbeda dengan periwira tinggi yang satu ini. Beliau adalah Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Royke Lumowa. Disaat para pejabat sibuk dengan koleksi bahkan mengendarai mobil mewah, namun berbeda dengan yang ditunjukan Lumowa.
Pria Kawanua bintang dua ini sempat menghebohkan dan menjadi viral di sosial medai (sosmed). "Ini pantas ditiru oleh para pejabat negara," kata Hasudungan Sihombing.
Menurut Ketua Umum Lembaga Ahli Pengadaan Desa (LAPD) ini, hal yang wajar jika Lumowa mendapat pengawalan ketat. Tapi ini agak berbeda.
Lebih lanjut kata Hasudungan, dulu ada mantan Kapolri yang merakyat dan hobbi naik sepeda yakni Bambang Soegeng, kini ada juga petinggi Polri seperti beliau. "Mana ada jendral naik ojek paling malu dan gengsi," kata ASN di Bappenas yang kerap disapa Bang Has ini.
Oleh karena itu tuturnya, ini patut menjadi contoh dan ditiru. Pasalnya, dia memilih menggunakan ojek karena tidak mau menambah kemacetan. Dikarenakan hari itu merupakan hari pertama sekolah, jalanan sangat padat dan macet. Apalagi saat itu dia mendapat panggilan segera dari Mabes. 

Ditambahkan Bang Has, dirinya juga pernah naik ojek, kala itu dipanggil oleh Irwasum untuk mengajar Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Lanjut tutur pakar pengadaan barang dan jasa ini, hal tersebut dialaminya pada tahun 2015 lalu.

"Saya ingat jalan menuju Mabes Polri di Trunojoyo macet parah sehingga langsung parkir naik ojek dan meninggalkan mobil di gedung sekitar MT Haryono," kata pengajar di Mabes ini juga.

Ditambahkannya, selain bisa cepat sampai, selaku Kakorlantas, dia juga ingin memantau dan merasakan secara langsung situasi lalu lintas ibukota yang sebenarnya. "Memang harus merasakan langsung. Ternyata memang harus berjibaku dengan panas, polusi udara yang buruk, saling mendahului mencari celah," ucap mantan Kapolda Papua Barat ini.

"Ya, saat itu dapat panggilan segera jadi naik ojek bisa lebih cepat sampai," ungkapnya, Selasa (18/7/2017) seperti dilansir ManadoPost.com.
Dalam perjalanannya menggunakan ojek tersebut, Lumowa mencermati keadaan lalu lintas di ibukota. Menurutnya ada beberapa hal yang dia cermati. Salah satunya pembangunan infrastruktur jalan yang memperparah kemacetan karena tidak diatur dengan baik.
"Yang bikin parah kemacetan di Pancoran, karena ada pembangunan infrastruktur LRT dan fly over sehingga kapasitas jalan berkurang. Akibatnya pemakai jalan rebutan cari jalan masing-masing. Jadi yang harus diperbaiki adalah para pelaksana proyek harus benar-benar memperhatikan rekayasa lalin selama pembangunan. Contoh pengaturan yang ideal adalah pembangunan MRT di sepanjang jalan Sudirman sampai Thamrin," ungkap mantan Kapolda Papua Barat ini.
Untuk mencegah kemacetan kata Lumowa, kecelakaan di jalan, pembangunan infrastruktur jalan harus diatur dan ditata sebaik mungkin. Selain itu, hal tersebut juga yang harus diperhatikan oleh setiap pembangunan infrastruktur jalan yang ada di daerah-daerah. Rekayasa lalu lintas yang tepat menurutnya akan memperkecil kemacetan terlebih menekan angka kecelakaan lalu lintas.
"Ini menjadi perhatian setiap daerah, karena kapasitas jalan tidak boleh berkurang secara dominan. Itu untuk menjaga kelancaran lalin dan menekan tingkat kecelakaan," jelasnya.

Senada Ketua Umum DPP Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) Hasudungan Siagian, melontarkan pujian terhadap Lumowa.

"Saat ini jarang ada Jendral Bintang dua seperti ini, jika para petinggi di Polri seperti ini maka akan lebih luar biasa lagi," ujarnya.





SHARE THIS

Author:

0 komentar: