21/07/2017

Dualisme Kepengurusan PPP Berakhir

     Ist

IDINDO com - Ketum PPP Romahurmuziy (Romi) mengucapkan rasa syukurnya karena dualisme kepengurusan dengan Djan Faridz sudah selesai. Romi mengatakan dualisme kepengurusan PPP cukup melelahkan baginya.

"Bertengkar itu melelahkan. Teman-teman ini sudah sampai tahap tawakal berlebihan. Terserah mau menang atau kalah tapi saya selalu bilang sabar. Kesabaran itu indah, ujar Romi dalam penutupan Mukernas PPP di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (21/7/2017).

Penutupan Mukernas PPP itu dihadiri Presiden Joko Widodo. Romi bersyukur karena pihaknya bisa menang atas Djan dalam 3 kali keputusan pengadilan. Terakhir, dalam putusan peninjauan kembali (PK) oleh Mahkamah Agung, PPP Romi diputuskan sebagai kepengurusan PPP yang sah.

"3 kali kemenangan ini untuk warga PPP. Tidak ada lagi upaya hukum yang bisa dilakukan setelah PK," ucap Romi.

Tak hanya itu, Romi kembali menegaskan komitmennya untuk tetap membuka pintu rekonsiliasi pada Djan. Hal tersebut diambil karena Romi tidak mau ada lagi konflik berkepanjangan dengan Djan.

"Kami mengajak yang belum satu gerbong, belum satu kereta terutama pada Pak Djan Faridz, mari rekonsiliasi membangun partai ini. Agar tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan lagi," tutur Romi.

Namun, Romi mengembalikan semua keputusan pada Djan, apakah dirinya ingin bergabung atau tidak di PPP. Romi sendiri menyebut PPP akan tetap berjalan walaupun tanpa Djan.

"Setelah kami ajak, kalau Pak Djan Faridz tetap tidak mau ikut, biarkan kereta itu lewat," tutupnya.


Sumber : Detik.com

SHARE THIS

Author:

0 komentar: