09/07/2017

Demi Sarjana, Brenda Trivena Salea Tak Gengsi jadi Sopir Angkot


IDINDO.com - Apa saja pasti akan dilakukan seseorang untuk mengejar cita-cita dan impiannya. Namun diLakukan dengan cara-cara yang positif. Adalakalnya untuk meraih mimpi tersebut setiap individu harus jatuh bangun sampai korban perasaan. Namun untuk mendapat sukses semua itu harus disertai dengan kerja keras, ketekunan, kesabaran, semangat dan kegigihan maka mereka akan mampu memujudkan impiannya. Meski terlalu besar dan tinggi, mimpi harus tetap terus dikejar. Ada banyak orang yang . 

Contoh kongkrit terjadi pada seorang mahasiswi tangguh asal Manado, Sulawesi Utara. Wanita berkulit putih ini bersama Brenda Trivena Grace Salea. Ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat dia harus bekerja keras serta membanting-tulang agar bisa membiayai kuliahnya. Kendati berparas cantik namun baginya kecantikan bukan menjadi standar baginya, Brenda pun tak pernah gengsi untuk menerima pekerjaan sebagai supir angkot.

Brenda berkuliah di Akademi Manajemen Informatika Komputer (AMIK)-Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STMIK) Manado, semester 7. Anak kedua dari tiga bersaudara ini dikenal supel dan pintar di kampusnya seperti dilansir media nasional tahun 2016 lalu.

Namun, di kampung halamannya, Likupang, Minahasa Utara, Brenda justru dikenal sebagai sosok yang lain. Ternyata, Brenda merupakan supir angkot jurusan Likupang-Tatelu. Karena parasnya yang cantik dan tubuhnya yang semampai, banyak mahasiswa di kampusnya yang tak perncaya kalau Brenda rela menjadi supir angkot demi membayar uang kuliah. 

Semua yang dilakukan Brenda tak lain membantu meringankan beban kedua orangtuanya. Brenda yang saat itu masih berusia 21 tahun, ternyata juga memiliki pekerjaan sampingan lain yang tak kalah berat dari menarik angkot. 

Selain sopir angkot dia juga menjadi pekerja kasar yakni mengangkat karton-karton berisi air mineral untuk dipasok ke warung-warung sekitar tempat tinggalnya. Wanita hebat Brendas di zaman sekarang jarang sudah jarang ditemui lagi. Ternyata dia bukan cuma pintar dan cantik, tapi juga punya tenaga yang luar biasa. Soalnya, selain memasok air mineral, dia juga ternyata pernah menjadi kuli bangunan. 

Ternyata, pekerjaan ini tak berat buatnya. Soalnya, sejak duduk di kelas 4 SD, dia sudah turun ke jalanan untuk menjual ikan. Ketika dia duduk di bangku SMP, dia pun berjualan pisang untuk membantu perekonomian keluarganya. Sang ayah, sejak dia kecil, juga merupakan seorang supir angkot. 

Meski pekerjaannya agak kasar namun Brenda tak pernah merasa malu. Lantaran banyak orang menggangap apa yang dilakukannya ini merupakan pekerjaan kasar. Apa lagi, pekerjaan sebagai kuli dan pemasok biasanya dikerjakan para pria. Namun, dengan segenap semangat dan perjuangan untuk meraih gelar sarjana, Brenda melakukan itu semua.

Berbagai sumber

SHARE THIS

Author:

0 komentar: