25/07/2017

BI Pertahankan Suku Bunga, Data FDI Jadi Fokus Perhatian

Ilustrasi
IDIINDO - Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4.75% pada bulan Juli demi mempertahankan stabilitas sistem finansial dan makroekonomi dalam negeri, sembari memantau resiko luar negeri.
Risiko peristiwa utama untuk Indonesia dan Rupiah di hari Selasa (25/7/17) adalah rilis laporan Investasi Langsung Asing (FDI) kuartal 2. "Pasar akan sangat memantau data ini untuk melihat apakah peningkatan peringkat S&P Indonesia menjadi layak investasi memberi pengaruh positif pada investasi asing di kuartal kedua tahun 2017. Kenaikan investasi asing langsung dapat meningkatkan sentimen bullish terhadap ekonomi Indonesia sehingga berdampak positif terhadap Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan," tulis Researxh Analyst ForexTime Lukman Otunuga dalam siaran pers yang diterima redaksi IDindo.com.Di luar Indonesia, perhatian akan tertuju pada keputusan suku bunga Fed yang dapat berpengaruh terhadap Rupiah apabila bank sentral AS ini mempertahankan kecenderungan untuk meningkatkan suku bunga satu kali lagi sebelum akhir tahun. Ekspektasi kenaikan suku bunga AS dapat memicu kekhawatiran terjadinya arus keluar modal dari Pasar Berkembang sehingga Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan akan tertekan.

Jelang rapat OPEC 
Pasar finansial diselimuti nuansa kewaspadaan dalam perdagangan pekan ini. Investor bersiap menghadapi pekan yang sangat padat dengan laporan ekonomi penting dan juga sejumlah peristiwa berisiko. Saham Asia bervariasi pada awal perdagangan pekan ini, demikian pula pasar Eropa menjelang hasil rapat OPEC yang sedang berlangsung. Rendahnya harga minyak masih membebani sentimen dan ketidakpastian politik di AS juga merusak selera terhadap aset berisiko sehingga Wall Street terancam melemah hari ini.Harus ada kejutan tak terduga dari rapat OPEC untuk dapat mengembalikan selera pasar. Peningkatan kekhawatiran tentang ketidakstabilan politik di Washington dianggap sebagai potensi pemicu peningkatan permintaan terhadap aset safe haven.

Sorotan Komoditas - Emas
Emas meningkat mendekati level tertinggi empat pekan di $1257 pada hari Senin karena Dolar AS melemah. Investor berhati-hati menjelang pekan yang sangat padat dengan data dan peristiwa sehingga aset safe havenseperti emas mungkin kembali dicari. Walaupun kenaikan prospek kebijakan moneter global yang lebih ketat masih membatasi logam mulia ini di jangka panjang, namun bulls tetap memegang kendali di jangka pendek. Trader teknikal dapat mencermati bagaimana reaksi harga emas terhadap level resistance $1260 pekan ini. Break di atas $1260 dapat membuka jalan menuju $1268.(*)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: