02/07/2017

Bangun Infrastruktur, Presiden Duterte Siapkan Rp 2132 Triliun


IDINDO.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah menetapkan anggaran senilai 160 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau ekuivalen Rp 2.132 triliun untuk membangun infrastruktur, terutama di bidang transportasi
Anggaran ini sebanyak 5 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) negara kepulauan tersebut. Langkah ini disebut-sebut sebagai masa keemasan infrastruktur Filipina.

“Selama 30 tahun terakhir, anggaran untuk infrastruktur tak pernah lebih dari 3 persen PDB, maka wajar jika kemacetan menjadi masalah nyata bagi Filipina,” ujar Benjamin Diokno, Sekretaris Departemen Anggaran dan Manajemen Filipina, seperti dikutip dari The World Folio.

Sebagai gerbang Asia Tenggara, Filipina merupakan salah tujuan investasi asing. Pertumbuhan ekonomi pun memicu kenaikan jumlah investor asing.

Sayangnya, kurangnya infrastruktur yang memadai dan menimbulkan kemacetan, menjadi santapan sehari-hari di negara ini.
Untuk memperlancar megaproyek infrastruktur ini, Jepang ditetapkan sebagai mitra utama. Pada bulan Januari lalu, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pun telah menyetujui paket bantuan senilai 9 miliar dolar AS (Rp 119 triliun) untuk Filipina.

“Kami akan memanfaatkan teknologi dan pengetahuan Jepang untuk bekerja sama demi perbaikan infrastuktur Manila dan seluruh Filipina,” kata Abe.

Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk 11 proyek, termasuk tiga proyek kereta api komuter di Manila. Proyek ini diharapkan dapat mengurangi masalah kemacetan ibu kota.

Tak hanya itu, pada Maret lalu, Filipina juga telah mempersiapkan pendanaan dari Jepang untuk 14 proyek infrastuktur lainnya.
Termasuk sebuah proyek kereta berkecepatan tinggi yang menghubungan Zambales dan Pampanga, kereta api komuter yang menghubungkan Manila dan Laguna, serta sistem subway di Manila.

Proyek-proyek ini akan diluncurkan pada November mendatang, bertepatan dengan kehadiran pejabat Jepang di Manila dalam rangka perayaan ulang tahun ke-50 ASEAN.

Dengan dukungan investasi Jepang ini, yang bahkan menggaet 7 perusahaan besar seperti Mitsubishi, Mitsui, Sumitomo, Itochu, Marubeni, Toyota Tsusho, dan Sojitz, Filipina berharap era keemasan infrastruktur di negeri ini bisa berjalan lancar.

Berbagai sumber


SHARE THIS

Author:

0 komentar: