28/07/2017

56 Orang Tewas dalam Kecelakaan Kereta Api di Barcelona

    Ist

IDINDO.com - Kecelakaan kereta api komuter di ujung platform Stasiun Francia, Barcelona, Spanyol, Jumat (28/7/2017), menyebabkan 56 orang terluka.

Puluhan korban luka itu termasuk masinis kereta, yang dilarikan ke rumah sakit.
Melalui informasi yang diunggah badan layanan darurat Kota Barcelona ke linimasa akun Twitter-nya, ada tiga orang yang langsung mendapat penanganan darurat di lokasi kejadian.

Penumpang yang terluka parah mengalami memar pada bagian paru-paru.

Keterangan ini disampaikan Menteri Kesehatan wilayah Catalonia, Toni Comin, kepada wartawan di lokasi kecelakaan.

Sementara itu, seorang warga negara Perancis dan seorang Rumania termasuk di antara mereka yang terluka. Demikian ungkap seorang Jurubicara lembaga perlindungan sipil.
Selebihnya, para korban adalah warga negara Spanyol.

Kereta regional, yang melakukan perjalanan dari Kota Sant Vicenc de Calders yang terletak sekitar 70 kilometer barat daya Barcelona, menghantam platform stasiun pada pukul 7.15 waktu setempat, atau 12.15 WIB.

Kecelakaan terjadi di jam sibuk, di mana stasiun dipadati penumpang yang baru memulai aktivitas di pagi hari.
Kereta yang mengalami kecelakaan ini dijalankan oleh operator Spanyol Renfe.
Pada saat kecelakaan itu, banyak penumpang berdiri di gerbong, hal itulah yang menyebabkan banyaknya korban luka. 

"Kami tidak tahu apakah itu bom dan orang-orang mulai berteriak dan sangat ketakutan," kata Lidia Garcia.

Lidia Garcia adalah salah satu penumpang, yang memberikan kesaksiannya seperti dikutip harian Catalan, El Periodico.

"Pada saat benturan, saya merasakan gempa bumi. Orang-orang bergoyang maju-mundur dan bertabrakan satu sama lain," kata Garcia.

"Banyak orang terjerembab, karena sebelumnya mereka berdiri, dan saya melihat beberapa orang dengan luka di kepala dan wajah akibat hantaman saat terjatuh."

Rekaman adegan kecelakaan yang diunggah ke media sosial menunjukkan kaca penutup interior kereta pecah dan hancur. 

Sementara, paramedis merawat penumpang yang terluka sambil duduk di peron, sebelum menaikkan ke tandu dan membawanya dengan ambulan.

Berbagai sumber

SHARE THIS

Author:

0 komentar: