24/07/2017

Triwulan II 2017, Pergerakan di Bandara Samrat Tembus 1,2 Juta Penumpang

Infografis pergerakan penumpang di Bandara Sam Ratulangi hingga triwulan II 2017. (Sumber: Humas AP I)
IDINDO – Bandara Sam Ratulangi Manado mencatat peningkatan pergerakan, baik dari penumpang, pesawat, maupun kargo hingga triwulan II 2017. Ketiganya tumbuh positif jika dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Secara keseluruhan baik domestik maupun internasional, pergerakan pesawat tumbuh 9%, penumpang 3%, dan cargo 14%. Yang menonjol memang pertumbuhan penumpang internasional, mencapai 263%," tulis PTS General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado Erik Susanto dalam siaran pers yang diterima redaksi IDindo.com, Selasa (25/7/17).
Dia menjelaskan, detail jumlah pergerakan pesawat hingga triwulan II yakni sebanyak 13.654 terdiri dari 13.098 pesawat domestik dan 556 internasional. Sementara untuk total penumpang hingga Triwulan II tercatat sebanyak 1.252.671. Dimana 1.178.245 penumpang domestik dan sisanya internasional. Sedangkan untuk total kargo sejumlah 6.262 ton dengan rincian 6.179 ton kargo domestik dan 83 ton kargo internasional.
PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sam Ratulangi Manado memprediksikan, jumlah penumpang Tahun 2017 sebanyak 2,9 juta. Menurut Erik, lonjakan penumpang biasa terjadi di Triwulan IV atau mendekati akhir tahun. "Kami menutup tahun 2016 lalu dengan 2,6 juta pergerakan penumpang dan seperti tahun-tahun sebelumnya, saat musim libur akhir tahun dan Hari Raya Natal memang biasa terjadi peningkatan jumlah penumpang. Dari sisi pelayanan kami terus berbenah, baik itu kesiapan alat maupun personil," ungkapnya. 
Teranyar, Bandara Samrat saat ini menyiapkan penambahan lounge yang dikerjakan oleh Angkasa Pura Hotel, anak perusahaan PT Angkasa Pura I (Persero). "Beragam upaya kami lakukan untuk menambah kenyamanan penumpang, ke depan beautifikasi terminal juga akan dilaksanakan," ujarnya. 
Sementara dalam upaya penambahan trafik, Bandara Samrat bekerjasama dengan berbagai maskapai dan pemerintah daerah terus memperluas konektivitas melalui pembukaan rute baru dan akses ke berbagai daerah pariwisata di Sulawesi Utara. Salah satunya melalui event Colaborative Destination Development (CDD) yang akan digelar Desember mendatang. Kata dia, dengan adanya rute-rute baru diharapkan wisatawan akan memiliki alternatif lain berwisata dari Sulawesi Utara. "Jadi diharapkan tidak hanya penumpang datang di Sulut, namun juga penumpang keluar atau berangkat dari Sulut juga meningkat," kuncinya.(*)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: