11/06/2017

Survey Poltracking : Khofifah Terpopuler, Gus Ipul Elektabilitas Tertinggi


IDINDO.com - Tiga nama bersaing ketat dalam survei peta pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur yang dilakukan oleh Lembaga survei Poltracking. Ketiga nama tersebut yakni, Khofifah Indar Parawansa jadi cagub paling populer sedangkan figur Saefullah Yusuf (Gus Ipul) unggul dielektabilitas. 

Hal tersebut dikatakan Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda saat menyampaikan hasil survey di Hotel Morrisey Jl KH Wahid Hasyim No 70 Menteng, Jakarta Minggu (11/6/2017).

Poltracking melakukan survei pada 19 sampai 25 Mei 2017, dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Sedangkan jumlah responden yang berpartisipasi ini berjumlah 800 orang dan margin of error plus minus 3,5 persen dengan tingkat kepuasan 95 persen. 

Nama Menteri Sosial kabinet Presiden Jokowi Khofifah Indar Parawansa merupakan cagub paling populer dengan popularitas 76 persen. Dibawah Khofifah ada Saifullah Yusuf (Gus Ipul) 76 persen, Tri Rismaharini (Risma) 70 persen dan Abdullah Azwar Anas 25 persen. 

Poltracking kemudian melakukan simulasi jika Pilgub Jatim diikuti 18 kandidat. Hasilnya Saifullah Yusuf memiliki elektabilitas 31,27 persen. Adapun Abdullah Azwar Anas memiliki elektabilitas 22,81 persen sebagai kandidat wakil gubernur. 

Simulasi juga dilakukan jika Pilgub Jatim hanya diikuti 4 kandidat. Hasilnya elektabilitas Gus Ipul tercatat sebesar 32,29 persen disusul Tri Rismaharini 27,08 persen, Khofifah Indar Parawansa 19,11 persen dan Abdullah Azwar Anas 8,47 persen.

"Saifullah Yusuf merupakan figur kandidat yang paling dipersepsikan publik mampu memimpin dan religius atau alim. Sementara Tri Rismaharini dipersepsikan publik sebagai figur yang peduli dan merakyat, jujur dan antikorupsi, berprestasi, berani dan tegas, kreatif dan inovatif dan cerdas serta pintar," 

Untuk calon wakil gubernur nama Abdullah Azwar Anas kandidat paling tinggi elektabilitasnya sebagai calon wakil gubernur. Akan tetapi menurut Hanta, Pilgub Jatim masih akan berlangsung 2018 nanti, potensi pergeseran pemilih masih mungkin terjadi. 

"Artinya peta politik Jawa Timur masih dinamis," kata Hanta. 

SHARE THIS

Author:

0 komentar: