05/06/2017

Pengamat Pertanyakan Penanganan Kasus e-KTP

    Ist

IDINDO.com - Sampai kini kasus mega korupsi e-KTP yang merugikan uang negara sebesar Rp 2,3 triliun masih stagnan, kendati sejumlah nama sudah dibeberkan ke publik. Bukan itu saja, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun sudah menetapkan sejumlah tersangka diantaranya, Sugiharto, Irman Gusman (mantan Ketua DPD), Andi Narogong dan Miryam S Haryani.

Menyikapi hal tersebut rohaniawan dan juga pemerhati hukum Benny Susetyo mengungkapkan ada masalah besar yang dihadapi yakni tarik menarik yang melibatkan orang besar.

Menurut Susetyo, orang-orang ini adalah para elitis yang menguasai negeri ini yang kian menggurita. Itulah sebabnya sulit mengurainya.

Dia pun meminta agar tidak ada tebang-pilih siapapun dia yang terlibat harus diusut dan dijerat UU Tipikor No. 31 Tahun 1999.

Dalam kasus ini, Susetyo berharap agar proses pemeriksaan harus dipercepat.

Sementara, salah satu aktivis Jentera, Ayubbi Harahap meminta agar KPK segera menuntaskan kasus yang merugikan keuangan negara yang cukup besar ini.

"Kami mendesak agar kasus ini dibuka selebar-lebarnya ke publik biar masyarakat tahu apalagi saat ini era keterbukaan publik, jangan sampai didiamkan," katanya.

Selain itu Ayubbi mempertanyakan 38 nama yang disebut-sebut. Pasalnya baru berapa pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Terus yang lain bagaimana? kami tetap mendukung langkah KPK mengungkap dan membongkar kasus ini," ungkapnya.



SHARE THIS

Author:

0 komentar: