11/06/2017

59 Individu dan 12 Institusi Danai Teroris Diungkap Arab Saudi


IDINDO.com - Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain secara kolektif merilis daftar 59 individu dan 12 institusi yang mereka tuding mendanai teroris dan mendapat dukungan dari Qatar.
"Kerajaan Arab Saudi, Republik Mesir, Uni Emirat Arab, dan Kerajaan Bahrain bersatu dalam komitmen berkelanjutan untuk memerangi terorisme, mengeringkan sumber pendanaannya, melawan ideologi ekstremis, alat penyebarannya serta promosinya, dan melindungi seluruh masyarakat dari dampaknya...," demikian sebuah pernyataan yang dilansir media Uni Emirat Arab Al Arabiya, Jumat (9/6/2017).
"Akibat berlanjutnya pelanggaran yang dilakukan pihak berwenang di Doha atas kewajiban dan kesepakatan yang ditandatangani oleh mereka, termasuk janji untuk tidak mendukung atau melindungi organisasi atau elemen yang mengancam keamanan negara dan mengabaikan seruan berulang untuk memenuhi Kesepakatan Riyadh 2013, dan mekanisme pelaksanaan dan kesepakatan tambahan pada 2014: empat negara sepakat untuk mengklasifikasikan 59 individu dan 12 entitas dalam daftar teroris terlarang yang akan diperbarui secara berkelanjutan," ungkap pernyataan itu.
Langkah empat negara ini mendapat dukungan dari Liga Muslim Dunia (MWL), NGO Islam non-pemerintah terbesar di dunia yang berpusat di Mekkah. Pengumuman daftar pendonor kelompok terorisme ini diumumkan pada Jumat waktu setempat.
"Daftar itu berhubungan dengan Qatar dan menyajikan agenda mencurigakan terkait dualitas kebijakan Qatar," terang pernyataan bersama empat negara tersebut.
Dari 59 individu yang termasuk dalam daftar pendanaan teroris tersebut, 18 di antaranya berasal dari Qatar. Mereka terdiri dari berbagai latar belakang seperti politisi dan anggota keluarga penguasa.
Sejumlah warga Yordania, Yaman, Kuwait, Mesir, Libya, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Saudi juga tercatat dalam deretan nama yang dituding mendanai kelompok teroris.
Seperti dilansir News.com.au, nama pemimpin Ikhwanul Muslimin Yousef al-Qaradawi masuk dalam daftar tersebut. Demikian pula dengan Abdel Hakim Belhadj, mantan komandan kelompok Islam Libya.
Adapun dari 12 entitas yang diumumkan, lima di antaranya berasal dari Qatar, satu dari Libya, dan enam lainnya dari Bahrain.

Berbagai sumber

SHARE THIS

Author:

0 komentar: