22/04/2017

Warga Jakarta Buang Mutiara

     Foto : Ist

Catatan : Dr Jerry Massie Ph.D

Pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta telah usai yang mana pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno berhasil meraih 58 persen suara sesuai quick count hitungan cepat. Namun bagi Ahok kekalahan ini bukan dirinya kalah. Kendati kalah namun dia tetap sumringah. Berbeda sikap dari Anies yang wajahnya suram.

Sebelum Pilkada Ahok sempat berujar : " Sekiranya saya kalah, jangan khawatir. Semua hak warga Jakarta tidak akan terganggu. Karena saya kunci dengan membuat Pergub dan Perda - sehingga  KJP, KJS, KKS, PBB gratis,  Kesejahteraan semua pasukan PPSU, Smart City,  Konten QLUE dan lainnya harus tetap dilaksanakan - siapapun gubernurnya."

Saat Ahok kalah pun dirinya menyampaikan pesan pada warganya :

"Bapak dan Ibu jangan khawatir. Saya masih tetap menjabat sebagai gubernur sampai Oktober  2017. Saya pasti akan membereskan semua pekerjaan rumah saya. Sehingga kelak jika saya sudah mundur dan tidak bersama  bapak dan ibu lagi, semua program itu tetap bisa dinikmati."

Diketahui Ahok telah me-locke dana APBD Jakarta melalui e-budgeting tiga pasword bersama KOK dan BPK. Sebuah sumber menyebutkan - nampaknya Ahok menjalankan prinsip BTP (Bersih, Transparan, Profesional). Jadi mau tak mau, siapapun gubernurnya - wajib mengelola dengan 'sepengetahuan' BPK dan KPK tersebut.  (Saya pribadi berdoa bahwa hal ini benar dan sungguh terlaksana, sehingga uang rakyat aman).

Program Ahok tetap akan dinikmati oleh warga DKI Jakarta walau dia tak menjabat lagi sebagai gubernur. Tuduhan terhadapnya terkait penistaan agama memang keji. Lawan-lawan politik antusias mendepak dia dengan memakai kelompok anarkis FPI.

Semua Ini adalah bagian konspirasi politik guna menyingkirkan Ahok. Isu agama memang tepat untuk menghancurkan Ahok. Paling tidak sepak terjanga Ahok akan tetap dikenang, dimana dia telah menyulap ibukota ini menjadi kita Asri, bersih dan nyaman. Tak ada lagi kawasan kumuh serta masyarakat bisa menikamati kesejahtraan yang selama ini dana bantuan untuk rakyat dirampok. Sebagai manusia biasa dia telah berjuang dan berusaha membuat rakyat bahagia tapi dia tak digubris. Mantan bupati Bangka Belitung ini bak permata dan berlian yang dibuang. Tapi itulah manusia Indonesia yang terkadang irasional.

Sahabat, Ahok adalah negarawan - sebab ketika tahu akan kehilangan kekuasaannya, dia justru lebih dulu memikirkan rakyatnya - bukannya sibuk menyelamatkan diri dan kekuasaannya.

Jakarta telah membuang mutiara, Ahok memang layak mendapatkan hadiah paling berharga dari warganya  (bahkan rakyat Indonesia)





SHARE THIS

Author:

0 komentar: