28/04/2017

Setelah Singapura dan New York, Jerman Tertarik Boyong Ahok j

   Foto : antara

IDINDO.com - Meski kalah di Pilkada DKI Jakarta namun tak membuat Basuki Tjahaja Purnama patah arang. Sejauh ini sudah beberapa negara menawarkan dan kepincut dengan gaya kepemimpinan Ahok.  Negara besar yang tertarik adalah Kota New York (AS)  dan Singapura. Selain keduanya, Jerman juga tertarik menjadikan Ahok pemimpin mereka. 
Jerman ke Jakarta usai Ahok kalah dalam Pemilukada pada 19 April lalu. Mereka menepati janjinya untuk menjadikan Ahok sebagai walikota di Negaranya yaitu Berlin.
Faktor ketertarikan Jerman pada Ahok tak lain adalah kredibilitasnya sudah teruji bahkan sangat terbukti. Kendati mantan Bupati Bangka Belitung ini kerap di periksa KPK dan tidak terbukti bersalah membuatnya anti korupsi. Hal ini juga salah satu point penting membuat German dan beberapa negara lainnya ingin memilikinya menjadi pemimpin di negara mereka.
Selain itu Ahok juga mampu memunculkan program-program yang dinilai bisa mensejahterakan rakyat DKI Jakarta dengan anggaran yang sangat sedikit di bandingkan Gubernur terdahulunya. Program nyata Ahok itu juga lah menjadi point besar negara lain menjatuhkan pilihan terhadap Ahok dan rela menghabiskan dana jika Ahok bersedia berpindah ke negara mereka.
Jerman yang mengetahui Ahok yang sedang mengikuti pilkada DKI Jakarta mengalami penolakan dari umat muslim dengan menuduh Ahok telah menistakan Alquran. Dengan adanya tuduhan dari umat muslim itu membuat Ahok tersangkut hukum dengan kasus penistaan agama dan hingga saat ini ahok sudah menjalani beberapa sidang.
Negaranya Merkel ini tahu persis serangan tuduhan penistaan agama itu bermotif politik sehingga tidak mengurangi minatnya terhadap Ahok. Jerman pun heran melihat politik yang ada di Indonesia karena menjadikan agama sebagai cara untuk menjatuhkan Ahok.
Ahok ditolak warga Jakarta, membuat Jerman mendekati Ahok dan mengirimkan perwakilannya untuk menyatakan Jerman siap jika perlu membeli Ahok untuk menjadi pemimpin di sana sebab sebelumnya negara lain seperti New York serta Singapura juga telah menawarinya.

Sementara, Kota New York di Amerika Serikat (AS) menyatakan akan melunasi seluruh hutang Indonesia jika Ahok bersedia menjadi Wali Kota New York. Tentunya sungguh miris melihat negara lain memperebutkan orang-orang pintar yang bisa memajukan Indonesia, sedangkan kita yang menggenggam orang pintar tersebut ingin membuangnya. Apakah kalian sungguh rela Ahok dibeli negara lain?

SHARE THIS

Author:

0 komentar: