17/03/2017

Yanes Frans Desak Kemenpar Hentikan Modus Promo Wisata ke LN yang tak Bermanfaat


IDINDO.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa melalui Dinas Pariwisata berencana berangkat bersama 40 orang ke Amerika Serikat (AS) pada bulan Mei mendatang terkait promo wisata Minahasa. Sungguh miris! jika ditelusuri jauh berbeda dengan jumlah wisatawan Amerika yang berkunjung di daerah Sulawesi Utara (Sulut), apalagi di Minahasa, hanya mencapai 2000 orang tak sebanding dengan jumlah kontingen Dinas Pariwisata yang berangkat.

Menyikapi hal tersebut penasehat DPP Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) Yanes Frans orang yang cukup dengan dengan Presiden Jokowi mengatakan, Pemkab Minahasa hanya menghambur-hamburkan uang saja.

Menurutnya, ada banyak yang perlu di kerjakan, ketimbang promo ke AS. Lebih baik reaching (menjangkau) market share (pangsa pasar) di kawasan Asia khususnya Asia Tenggara, selain ongkosnya tidak terlalu mahal, jaraknya pun dekat dengan Sulawesi Utara. "Eceng gondok saja belum tuntas, kan jika Danau Tondano bersih bisa dijadikan objek wisata yang menarik. "Tidak masuk akal disaat Minahasa diterjang banjir dan longsor tapi ada yang lain punya planing ke luar, akan mulia jika dana tersebut dibagikan kepada korban bencana.

Frans sendiri mendesak Kementerian Pariwisata agar membatalkan rencana promo wisata yang tal jelas dan tidak menguntungkan. Sejatinya menurut pimpinan relawan Jokowi ini, paling tidak orang yang datang di acara ini hanya orang Sulut, harusnya jika promosi harus melibatkan pemerintah Amerika dengan menanda-tangani kerja sama itu baru efektif.

"Jangan membodohi dengan berkedok wisata tapi ini hanya modus, berbeda di lapangan hanya shooping, jalan-jalan bukan promo wisata yang sebenarnya. Dirinya pun meminta DPR untuk meninjau kembali setiap modus mengatasnamakan promo wisata," tegasnya.

Dia pun meminta pihak terkait nantinya mengaudit dana yang digunakan. Yanes memperkirakan anggaran yang digunakan bisa mencapai Rp 1,2 M jika setiap orang dianggarkan Rp 30 juta, itu hanya estimasi biasa.

SHARE THIS

Author:

0 komentar: