19/03/2017

Proyek PLN Pontianak Mangkrak, Presiden Jokowi Geram

 

IDINDO.com - Presiden Joko Widodo geram, pasalnya 34 proyek pembangkit listrik mangkrak di PLN saat berkunjung ke Mempawah, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu 18 Maret 2017. Mantan Walikota Solo ini menegaskan jangan sampai ada pihak yang bermain-main untuk mengambil keuntungan.

"Jangan dipikir saya tidak tahu, supaya saudara ngerti saja. Saya biasa bekerja detail, silakan, saya memberikan ruang diteruskan silakan karena uang kita yang sudah nancep habis di situ banyak
tetapi jangan dimain-mainkan lagi," tegas Presiden Joko Widodo.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam peresmian pembangkit listrik portabel (Mobile Power Plant) di Desa Jungkak, Kecamantan Siantan, Kabupaten Mentawah, Pontianak yang
berkekuatan 4 x 25 megawatt (MW).

"Berkaitan dengan 34 pembangkit listrik kita yang mangkrak, saya titip ini, yang bisa diteruskan silakan diterukan tetapi dengan catatan, sisi hukumnya sudah beres, yang kedua dibangun betul sesuai dengan kualitas yang kita inginkan," tutur
Jokowi.

Salah satu pembangkit listrik yang mangkrak adalah pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) Mempawah 4 x 25 megawatt (MW) yang telah terbengkalai pembangunannya sejak 2007, padahal
sudah menghabiskan dana Rp 1,5 triliun. Lokasinya tepat di samping PLTG MPP Mempawah.

"Saya tidak mau nanti kapasitasnya hanya 30 persen atau 40 persen. Untuk apa? Dan saya bisa mengecek itu. Jangan main-main dengan hal teknis dan detail, pasti saya akan lihat karena menyangkut uang yang triliunan. Seperti contoh yang di sebelah kita ini. Dulu sudah saya marahi karena uang hampir Rp1,5 triliun, duit besar sekali, ada 34 lokasi tersebar di seluruh Indonesia," kata Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi menyatakan tidak akan menerima bila pembangkit listrik yang mangkrak dilanjutkan dengan cara asal-asalan.

"Jangan sampai diteruskan hanya untuk menutupi masalah yang ada, ada yang hanya dicat baru, ada yang diberikan turbin tapi turbin lama. Saya tegas mengenai hal seperti ini, jadi saya harapkan silakan kalau memang masalah hukum selesai tetapi betul-betul bermanfaat, istilahnya kita buat pabrik listrik dan uangnya dari kita, dari PLN," tandasnya.

Diungkapkanbya dirinya tidak akan memberikan celah bila proyek-proyek itu kembali disalahgunakan. "Jadi kalau dimain-mainin awas! Saya hanya satu
kata awas itu saja! Tidak usah takut kalau hal-hal yang baik, pasti saya 'back up'. Tapi kalau yang tidak benar, hati-hati, hati-hati!" kata Jokowi. Jokowi sebelumnya menyatakan telah meminta laporan dari BPKP mengenai 34 proyek pembangkit
listrik yang mangkrak tujuh hingga delapan tahun.

Data menunjukkan bahwa 71 proyek dari 109 proyek masih dalam tahap perencanaan dan pengadaan.

Saat peresmian, Presiden didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki
Hadimuljono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir dan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis.

Sumber : Antara/tempo

SHARE THIS

Author:

0 komentar: