18/03/2017

Imam Nahrawi Optimis Olahraga Indonesia Bersinar Terang


IDINDO.com - Prestasi olahraga Indonesia grafiknya dari tahun ke tahun mengalami pasang surut. Diajang olimpiade sejak keikutsertaan kontingen Indonesia di ajang tersebut, tahun 1992 bisa dibilang tahun emasnya kontingen Indonesia dimana kala itu atlet-atlet kita berhasil mendulang 2 medali emas yakni pada cabang bulutangkis lewat tunggal putra Alan Budi Kusuma dan Susi Susanti. Sejak keikutsertaaan pada olimpiade, Indonesia baru mengoleksi 7 medali emas.

Sebetulnya tim merah-putih di era 60-an dan 70-an tak kalah kelas dengan tim raksasa Asia sebut saja ; Jepang, Taiwan, Korea Selatan bahkan Cina sekaligus. Namun memasuki era 80-an sampai sekarang para atlet kita tak mampu lagi berbicara banyak. Bukan itu saja,  menghadapi negara-negara Asia Tenggara pun kita kadang tak berdaya.

Contoh, ajang Sea Games, saat ini kalah kelas dengan Thailand dan Vietnam dan Singapura. Jelang Asian Games 2018 mendatang Indonesia siap menggebrak, pasalnya olahraga terbesar di Asia ini akan digelar di Jakarta. Jelas saja, momen berharga ini harus mampu dimaksimalkan paling tidak bisa masuk 10 besar.

Prestasi mentereng Indonesia ditorehkan saat menjadi tuan rumah pada Asian Games ke- tahun 1962 dimana Indonesia berada pada posisi kedua sebagai sebagai pengumpul medali terbanyak dengan meraih 22 medali emas. Setelah itu prestasi kita terus melorot jauh. Prestasi terburuk saat Asian Games ke-10 yang di gelar di Korea Selatan tahun 1986, Indonesia saat itu hanya mampu menyabet 1 medali emas.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi optimis kontingen Indonesia mampu memperbaiki peringkat dibanding dengan posisi Asian Games lalu.

"Memang tak mudah untuk mereformasi olahraga kita namun saya akan berupaya agar citra olahraga kita bisa terangkat, kami akan terus melakukan pembinaan bagi atlet-atlet yang berprestasi, kalau perlu atlet diaspora Indonesia di luar negeri yang punya prestasi hebat akan ditarik bergabung," ujarnya saat berbincang dengan beliau di Kantor Menpora belum lama ini.

Memang menurut Imam kendala kita saat ini yakni masalah rezim. Dia menyebut hal ini masih berlanjut sampai kini perlu diputuskan mata rantainya begitu pun politisasi olahraga. Namun kata Imam, dirinya optimis Indonesia bakal mengulang kejayaan di era 60-an tersebut.

Politisi PKB ini pun mencontohkan, sepak-bola dimana beberapa waktu lalu telah dilakukan reformasi besar-besaran dengan dilaksanakannya Musnalub, itu dilakukan kementeriannya demi kemajuan olahraga di tanah air. "Setiap 2 tahun khusus pelatih sepak bola, jika tanpa prestasi maka akan diganti dan memberikan kesempatan kepada pelatih yang lain,

Untuk penjaringan menurut Menpora penjaringan bibit-bibit atlet di usia muda serta kompetisi tetap akan terus digalakkan akan kita mampu menjadi yang terbaik, tutur Menpora ke-12 tersebut.

SHARE THIS

Author:

0 komentar: