09/12/2016

George Aditjondro Dimata Sejumlah Aktivis


IDINDO.com - Aktivis dan tokoh yang getol menyuarakan aspirasi rakyat bahkan peduli dengan problematika bangsa, George Yunus Aditjondro tutup usia akibat stroke, tepatnya di hari HAM Sabtu (10/12/2017). Kepergian aktivis yang dikenal berani membongkar sejumlah kasus korupsi, sampai istana pun sempat merasakan kritikan pedas George saat beliau menulis buku "Gurita Cikeas" kendati buku ini sempat dilarang beredar.

Sejumlah aktivis pun ikut berduka dan merasa kehilangan tokoh yang populis tersebut salah satunya Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti. Aktivis asal Sumatera Utara (Sumut) ini pun sempat kaget akan kepergian Aditjondro.

Menurutnya, aktivis era sekarang, mungkin tak terlalu familiar. Tapi era 90-an dan pertengahan 2000-an, beliau adalah ikon.

"George Aditjondro saya kenal peneliti yang tekun dan teliti. Dia tak lelah berada di luar kekuasaan. Mendermakan hampir 2/3 kehidupannya untuk demokrasi dan keadilan sosial. Selamat jalan bung George Junus Aditjondro," kata Rangkuti.

Dirinya pun bersyukur pernah bersentuhan dan sempat belajar dari tokoh yang berani berseberangan dengan pemerintah.

Sementara Jerry Massie peneliti Komite Pemilih Indonesia (TEPI), Ketua Harian DPP Gerakan Indonesi Anti Korupsi (GIAK) ikut berduka dengan kepergian tokoh reformis Indonesia.

"Saya jarang menyaksikan aktivis yang berani dan berjiwa besar seperti almarhum Aditjondro, walaupun dia telah tiada namun karya yang ditinggalknnya akan terukir sepanjang masa, beliau adalah orang yang tak takut mati, terbukti bukunya yang menggegerkan saat mengungkapkan kebobrokan pemerintahan era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

SHARE THIS

Author:

0 komentar: