16/11/2016

Kasus Ahok Heboh di Media Besar Dunia


IDINDO.com - Banyak kalangan yang mempertanyakan status tersangka yang dijadikan sebagai tersangka Bareskrim Mabes Polri terkait penistaan agama. Hal ini menyita perhatian sejumlah media besar dunia Rabu (16/11/2016) kemarin. Selain itu beberapa mereka juga menyebutkan pertaruhan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kasus ini.
Kantor berita The Associated Press di Amerika Serikat (AS) serta suratkabar terkemuka The Washington Post mengatakan status tersangka terhadap Ahok merupakan "hadiah" bagi para politisi yang bersaing melawan Ahok, menjelang pemilihan gubernur DKI Jakarta Februari 2017.
Washington Post menulis antara mereka adalah putra mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Yudhoyono sudah memicu kontroversi dengan menyerukan penangkapan Ahok dan mengatakan dia mendukung demonstrasi 4 November.
(Among them is the son of Susilo Bambang Yudhoyono, a former president. Yudhoyono courted controversy by calling for Ahok’s arrest and saying he supported the Nov. 4 protest.)
Begitu pula dengan media ternama Inggris The Guardian kurang lebih mengatakan hal yang sama.
Mereka menulis pertaruhan politik dalam pemilihan gubernur ini sangat tinggi, dengan hadirnya para pemain politik besar di belakang tiga pasang kandidat, termasuk mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang putranya, Agus, ikut pemilihan.
(The political stakes for the gubernatorial race are high, with big political players backing the three pairs of candidates, which include former president Susilo Bambang Yudhoyono, whose son Agus is running.)
Seakan The Guardian mengingatkan bahwa dulu naiknya Ahok sebagai gubernur ibu kota negara dipandang sebagai simbol kemajuan dan pluralisme bangsa ini, karena sang gubernur seorang Kristen dan keturunan Tionghoa, sehingga mewakili dua kelompok minoritas sekaligus.
"Di negara di mana 90% dari 240 juta lebih rakyatnya adalah penganut Islam, moto negara ini adalah Bhinneka Tunggal Ika, atau berbeda-beda tetapi tetap satu," tulis The Guardian.
(In a country where 90% of its more than 240 million people follow Islam, the national motto is, Bhinneka Tunggal Ika, or unity in diversity.)
Jaringan televisi Qatar, Aljazeera, menulis berita dengan judul "Gubernur Jakarta yang Kristen, Purnama, terjerat kasus penistaan agama."
(Jakarta's Christian governor Purnama in blasphemy row.)
Reporter Aljazeera menulis bahwa Polri sangat berhati-hati menangani kasus ini, dan karena tidak ditemukan konsensus dalam gelar perkara, maka diputuskan biar hakim di pengadilan yang memutuskan apakah Ahok menista agama atau tidak. Dengan kata lain, Ahok menjadi tersangka.
"Purnama telah meminta maaf atas ucapannya di bulan September, dan mengatakan dia hanya mengkritik lawan politiknya, bukan Alquran," tulisAljazeera.
Media Australia ABC. bahkan membuat liputan khusus tentang kasus ini, lengkap dengan video yang salah satunya memuat wawancara eksklusif dengan Ahok.
Dalam wawancara berbahasa Inggris itu, Ahok mengatakan dia tidak keberatan menjadi tersangka dan justru ingin mengungkap semuanya di pengadilan.
Kepada ABC, Ahok menuturkan sirinyaerlu ke pengadilan untuk membuktikan bahwa ini semua hanyalah politik, bukan soal hukum.
Ahok pun membantah bagaimana mungkin dia menghina Islam kalau dia tahu 85% pemilihnya adalah Muslim.
Media di negara-negata tetangga seperti The Bangkok Post dan Channel News Asia (Singapura) juga memberitakan penetapan Ahok sebagai tersangka ini

SHARE THIS

Author:

0 komentar: