19/10/2016

Trump Siap Lumpuhkan Hillary dalam Debat Ketiga di UNLV Las Vegas


Laporan Jerry Massie dari Amerika

IDINDO.com -  Dua kandidat calon presiden Amerika Serikat (AS) yang sedang berseteru untuk memperebutkan tiket ke White House yakni; Donald Trump dan Hillary Clinton akan berduel dalam debat ketiga mereka atau yang terakhir malam ini Rabu (18/10/2016) waktu setempat.

Debat malam nanti agak berbeda, seperti debat sebelumnya CNN yang menjadi moderator di Hofstra University, Long Island dan George Washington University, St Louis (Missouri). Sedangkan debat mereka terakhir digelar di University of Nevada Las Vegas moderatornya dari Fox News.

Suasana AS terus bergelora sebelum rakyat negara adidaya ini memberikan suaranya pada Pilpres 8 November 2016 mendatang.
Memang hampir 90 persen media mulai dari ABC, CNN, AP, New York Times, Huftington, NSBC, Politico, sampai Washington Post semuanya mendukung Hillary.  Trump sendiri dalam kesempatan kampanyenya mengungkapkan semua media berkata tidak jujur bahkan terus menyudutkan dirinya dan wanita-wanita yang digembor-gemborkan. Dirinya pun menuding hampir sebagian media yang ada. Perang pun tak terelakan diantara keduanya.

Padahal Trump sudah menyampaikan permohonan maafnya di media, tetap saja dia diserang media.
Pengusaha Real Estate terkenal ini menyayangkan diman kasus dari Hillary ditutupi seperti korupsi, bantuan dari negara-negara Arab, Refugee, konspirasi Benghazi, sampai 33 ribu email tak di ungkap media.
Debat kali ini barangkali memberikan secercah harapan bagi Trump, bisa saja elektabilitas suaranya akan naik.  Ada 90 menit keduanya akan berjibaku di Las Vegas, Nevada dan itu akan membahas berbagai hal krusial seperti; imigrasi, ekonomi bahkan isu-isu lain akan dibahas.
Kekuatan Trump ada pada pemilih Christian (kristen protestan dan katholik), Male (pria), ICE, polisi, white (kulit putih), pemilih Asia (Cina, India Filipina) sedangkan kekuatan Hillary ada pada pemilih Female (wanita), dan Hispanic. Namun dari 12 persen pemilih Afro-America, black (kulit hitam) suaranya bakal terpecah. Begitu pula 12 persen pemilih hispanic dan Asia. Namun untuk hispanic dikuasai Hillary.

Sedangkan, pemilih terbesar yakni white (pemilih kulit putih) 69 persen akan dikuasai Trump. Pasalnya para suporter Bernie Sanders sudah menyatakan dukungannya pada Trump ditambah sejumlah tokoh penting kulit hitam Amerika seperi Ben Carlson mantan capres Partai Republik, Sherif David Clarke dari Milwaukee, Wisconsin.  Perdebatan malam ini merupakan salah satu kesempatan terakhir bagi Clinton dan Trump untuk memberi kesan yang baik kepada pemirsa nasional.
Masing-masing kemungkinan akan diminta untuk menanggapi masalah-masalah yang telah menghantui kampanye mereka, termasuk penggunaan oleh Clinton server email pribadi ketika dia menteri luar negeri dan tuduhan perbuatan Trump yang tidak senonoh terhadap perempuan.
Menurut jajak pendapat rata-rata dalam dua minggu ini memberi indikasi calon dari partai Demokrat Clinton unggul tipis atas calon dari partai Republik Trump.

SHARE THIS

Author:

0 komentar: