28/10/2016

Persaingan Kian Sengit, Jelang Pilpres AS 8 November Mendatang


Laporan Koresponden Jerry Massie dari Amerika Serikat

WASHINGTON - Persaingan dua kandidat calon presiden (Capres) Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Hillary Clinton jelang Pemilu 8 November 2016 kian sengit.

Namun sebelumnya antara Trump dengan sejumlah media di Amerika telah terjadi psywar atau perang urat syaraf. Trump pun melontarkan pernyataan pedas yang mana 35 wartawan telah dibayar oleh Hillary, bahkan bagi Trump dia merasa terus disudutkan oleh kesaksian sejumlah wanita yang menuduh suami Ivanka ini telah melakukan pelecehan seksual terhadap meereka. Pria kelahiran New York ini pun berjanji, dirinya akan membawa wanita tersebut ke pengadilan untuk diadili apabila dia naik sebagai presiden.

Bukan itu saja wartawan Inggris pun menyerang CNN dengan menggungkapkan media ini adalah media Hillary. Media di Eropah ini mempertanyakan kredibiltas CNN yang terlalu memihak ke Clinton.

Begitu pun capres partai beraliran konservatif ini dengan media bahkan lembaga survey. Trump pun secara tegas menyerang Hillary menggunakan segala cara untuk menang. Kerap raja bisnis real estate ini menjuluki istri mantan Presiden AS Bill Clinton "Nasty" (buruk), Disguting" (menjijikan) serta "crooked" (berkata tidak jujur).

Hillary memang maju sebagai capres dibantu oleh sejumlah negara Arab bahkan Mohammed VI Raja Marokko pun turut membantu dengan $12 milyar. Memang agak berbeda dengan pilpres di Indonesia. Amerika menggunakan sistem electoral college yakni 538 anggota kongres atau parlement power sangat menentukan selain people power atau biasa disebut popular votes. Jadi siapa yang sudah meraih 270 suara electoral college maka dia bisa menang, walau seorang calon bisa menang pada popular votes belum menjamin  dirinya menjadi presiden.

First voter sudah dimulai di Charlotte, ibukota negara bagian North Carolina (NC). Dinegara bagian ini kedua calon baik Hillary maupun Trump terus berusaha meraih simpati pemilih. Pasalnya state ini sangat menentukan sama seperi di Florida, Nevada, Ohio serta Pennyslavania. Namun polling dari Bloomberg Florida Trump unggil 45-43 % persen atas Clinton. Begitu pula polling dari Remington Research di Ohio Trump unggul 4 poin yakni; 46-42%. Bukan itu saja Trump pun menang di Texas salah satu negara bagian terbesar di Amerika Trump unggul 45-38 % menurut polling Austin American Statesment. Begitu pula polling yang dilakukan Remington Research di North Carolina, Donald Trump memimpin 47-44%.

Namun di beberapa daerah pemilihan Hillary menang atas Trump yakni di New Hamphire 43-38%, di Massachussets 57-25%, di Virginia 50-38% (Quinnipiac).

Saat ini mereka lagi berjibaku di battleground state yakni; Ohio, Maine (Congressional district 1) Florida, North Carolina, Arizona, Nebraska (Congessional district 1), Nevada dan Utah.

Calon presiden partai Republik Donald Trump mengusulkan serangkaian rencana ekonomi untuk membantu warga kulit hitam Amerika, populasi yang menurut jajak pendapat banyak mendukung saingannya, kandidat dari partai Demokrat, Hillary Clinton.

Saat menyampaikan pidato di Charlotte, North Carolina Rabu (16/10) beberapa pekan lalu, Trump membeberkan rencana untuk mempermudah wiraswastawan kulit hitam Amerika dalam mendapatkan pinjaman, dan memungkinkan kota-kota menyatakan daerah-daerah kumuh mereka sebagai kawasan bencana agar daerah itu dapat dibangun kembali.

Hal tersebut disampaikannya kepada para suporternya yang sebagian besar adalah warga kulit putih bahwa, terlalu banyak warga kulit hitam yang tertinggal. Trump sendiri seperti yang diberitakan telah membuat kontrak politik dengan warga Amerika, jika nantinya dia terpilih menjadi orang nomor satu Amerika ini.

Sebelumnya, Trump berada di Washington untuk meresmikan hotel terbarunya tidak jauh dari Gedung Putih. Clinton mengritik Trump yang ia sebut lebih memperhatikan bisnisnya daripada kampanyenya.

Tetapi Trump mengatakan ia berhak menghadiri acara tersebut, dan mempertanyakan mengapa tak seorang pun yang mengkritik Clinton karena menghadiri konser Adele hari Selasa.

Trump juga mengatakan Rabu bahwa ia telah mengeluarkan 100 juta dolar dari kantong sendiri untuk kampanyenya dan siap berkontribusi lebih banyak lagi jika perlu.

Sementara Clinton telah merogok kocek lebih banyak yang dikeluarakan Trump dengan perbandingan 2-1. Kini pemilihan telah memasuki masa dua pekan terakhir.

Lewat yayasan Clinton dan lainnya merek telah menggalang hampir 950 juta dolar dan sekarang memiliki dana tunai sekitar 178 juta dolar untuk iklan di televisi dan upaya mengajak pemilih agar memberikan suara dalam hari-hari terakhir menjelang pemilu. Kampanye Trump telah menggalang sekitar 449 juta dolar dan dana tunai 97 juta dolar. Dan semua dana Clinton hampir sebagian bantuan dari negara luar.

Pemerintah Amerika melaporkan bahwa 25 kandidat presiden Amerika, baik yang berasal dari partai Demokrat, Republik dan partai-partai kecil lainnya, telah menggalang lebih dari 1,2 miliar dolar sumbangan langsung untuk kampanye mereka, sebagian besar mulai dikumpulkan pada akhir 2014 atau tahun lalu. Komite-komite independen telah menggalang ratusan juta dolar lainnya untuk mendukung kampanye mereka.

Sementara itu, para kandidat untuk Senat dan DPR Amerika telah menggalang 1,4 miliar dolar untuk dana kampanye mereka.

Sementara, tim Clinton lagi gunda-gulana atau galau lantaran FBI sedang membuka kembali penyelidikan 33 ribu email kasus Clinton. Direktur FBI James Comey mengungkapkan tidak menutup kemungkinan Clinton bisa dibawa ke penjara atas kasus email tersebut.

Disisi lain, nama Trump di Hall of Fame Los Angeles, California diduga dirusak oleh pendukung Clinton. Seperti diketahui selain New York, California merupakan markasnya partai Demokrat.

Persaingan Menuju Gedung Putih Sengit#

Laporan Koresponden Jerry Massie dari Amerika Serikat

WASHINGTON - Persaingan dua kandidat calon presiden (Capres) Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Hillary Clinton jelang Pemilu 8 November 2016 kian sengit.

Namun sebelumnya antara Trump dengan sejumlah media di Amerika telah terjadi psywar atau perang urat syaraf. Trump pun melontarkan pernyataan pedas yang mana 35 wartawan telah dibayar oleh Hillary, bahkan bagi Trump dia merasa terus disudutkan oleh kesaksian sejumlah wanita yang menuduh suami Ivanka ini telah melakukan pelecehan seksual terhadap meereka. Pria kelahiran New York ini pun berjanji, dirinya akan membawa wanita tersebut ke pengadilan untuk diadili apabila dia naik sebagai presiden.

Bukan itu saja wartawan Inggris pun menyerang CNN dengan menggungkapkan media ini adalah media Hillary. Media di Eropah ini mempertanyakan kredibiltas CNN yang terlalu memihak ke Clinton.

Begitu pun capres partai beraliran konservatif ini dengan media bahkan lembaga survey. Trump pun secara tegas menyerang Hillary menggunakan segala cara untuk menang. Kerap raja bisnis real estate ini menjuluki istri mantan Presiden AS Bill Clinton "Nasty" (buruk), Disguting" (menjijikan) serta "crooked" (berkata tidak jujur).

Hillary memang maju sebagai capres dibantu oleh sejumlah negara Arab bahkan Mohammed VI Raja Marokko pun turut membantu dengan $12 milyar. Memang agak berbeda dengan pilpres di Indonesia. Amerika menggunakan sistem electoral college yakni 538 anggota kongres atau parlement power sangat menentukan selain people power atau biasa disebut popular votes. Jadi siapa yang sudah meraih 270 suara electoral college maka dia bisa menang, walau seorang calon bisa menang pada popular votes belum menjamin  dirinya menjadi presiden.

First voter sudah dimulai di Charlotte, ibukota negara bagian North Carolina (NC). Dinegara bagian ini kedua calon baik Hillary maupun Trump terus berusaha meraih simpati pemilih. Pasalnya state ini sangat menentukan sama seperi di Florida, Nevada, Ohio serta Pennyslavania. Namun polling dari Bloomberg Florida Trump unggil 45-43 % persen atas Clinton. Begitu pula polling dari Remington Research di Ohio Trump unggul 4 poin yakni; 46-42%. Bukan itu saja Trump pun menang di Texas salah satu negara bagian terbesar di Amerika Trump unggul 45-38 % menurut polling Austin American Statesment. Begitu pula polling yang dilakukan Remington Research di North Carolina, Donald Trump memimpin 47-44%.

Namun di beberapa daerah pemilihan Hillary menang atas Trump yakni di New Hamphire 43-38%, di Massachussets 57-25%, di Virginia 50-38% (Quinnipiac).

Saat ini mereka lagi berjibaku di battleground state yakni; Ohio, Maine (Congressional district 1) Florida, North Carolina, Arizona, Nebraska (Congessional district 1), Nevada dan Utah.

Calon presiden partai Republik Donald Trump mengusulkan serangkaian rencana ekonomi untuk membantu warga kulit hitam Amerika, populasi yang menurut jajak pendapat banyak mendukung saingannya, kandidat dari partai Demokrat, Hillary Clinton.

Saat menyampaikan pidato di Charlotte, North Carolina Rabu (16/10) beberapa pekan lalu, Trump membeberkan rencana untuk mempermudah wiraswastawan kulit hitam Amerika dalam mendapatkan pinjaman, dan memungkinkan kota-kota menyatakan daerah-daerah kumuh mereka sebagai kawasan bencana agar daerah itu dapat dibangun kembali.

Hal tersebut disampaikannya kepada para suporternya yang sebagian besar adalah warga kulit putih bahwa, terlalu banyak warga kulit hitam yang tertinggal. Trump sendiri seperti yang diberitakan telah membuat kontrak politik dengan warga Amerika, jika nantinya dia terpilih menjadi orang nomor satu Amerika ini.

Sebelumnya, Trump berada di Washington untuk meresmikan hotel terbarunya tidak jauh dari Gedung Putih. Clinton mengritik Trump yang ia sebut lebih memperhatikan bisnisnya daripada kampanyenya.

Tetapi Trump mengatakan ia berhak menghadiri acara tersebut, dan mempertanyakan mengapa tak seorang pun yang mengkritik Clinton karena menghadiri konser Adele hari Selasa.

Trump juga mengatakan Rabu bahwa ia telah mengeluarkan 100 juta dolar dari kantong sendiri untuk kampanyenya dan siap berkontribusi lebih banyak lagi jika perlu.

Sementara Clinton telah merogok kocek lebih banyak yang dikeluarakan Trump dengan perbandingan 2-1. Kini pemilihan telah memasuki masa dua pekan terakhir.

Lewat yayasan Clinton dan lainnya merek telah menggalang hampir 950 juta dolar dan sekarang memiliki dana tunai sekitar 178 juta dolar untuk iklan di televisi dan upaya mengajak pemilih agar memberikan suara dalam hari-hari terakhir menjelang pemilu. Kampanye Trump telah menggalang sekitar 449 juta dolar dan dana tunai 97 juta dolar. Dan semua dana Clinton hampir sebagian bantuan dari negara luar.

Pemerintah Amerika melaporkan bahwa 25 kandidat presiden Amerika, baik yang berasal dari partai Demokrat, Republik dan partai-partai kecil lainnya, telah menggalang lebih dari 1,2 miliar dolar sumbangan langsung untuk kampanye mereka, sebagian besar mulai dikumpulkan pada akhir 2014 atau tahun lalu. Komite-komite independen telah menggalang ratusan juta dolar lainnya untuk mendukung kampanye mereka.

Sementara itu, para kandidat untuk Senat dan DPR Amerika telah menggalang 1,4 miliar dolar untuk dana kampanye mereka.

Bagaimana pun jug, tim Clinton lagi gunda-gulana atau galau lantaran FBI sedang membuka kembali penyelidikan 33 ribu email kasus Clinton. Direktur FBI James Comey mengungkapkan tidak menutup kemungkinan Clinton bisa dibawa ke penjara atas kasus email tersebut.

Disisi lain, nama Trump di Hall of Fame Los Angeles, California diduga dirusak oleh pendukung Clinton. Seperti diketahui selain New York, California merupakan markasnya partai Demokrat.

SHARE THIS

Author:

0 komentar: