01/10/2016

Pakar Hukum : Tindakan AKBP Herry Terhadap Jesicca Langgar Kode Etik Kepolisian

IDINDO.com - Pembelaaan Kapolri Jenderal Tito Karnavian terhadap Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan yang diduga melecehkan Jessica Kumala Wongso saat menjalani pemeriksaan dalam kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin menuai kritik. 
Jenderal Tito menilai rayuan Herry kepada Jessica merupakan trik penyidikan menggunakan pendekatan pribadi agar tersangka mengakui perbuatannya. Tito mengatakan langkah itu dibolehkan dalam penyidikan.
Pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Muzakir menyesalkan tindakan Herry Heryawan. Menurut Muzakir ajakan berpacaran yang diajukan Herry sebagai penyidik, kepada Jessica sebagai tersangka maupun calon tersangka, tetap salah. Apakah Hery benar-benar ingin menjadikan Jessica sebagai pacar atau hanya sebatas trik, Muzakir mengatakan hal itu melanggar etik.
"Kalau menurut saya itu enggak dibenarkan, orang dalam tahanan tidak boleh diganggu dari sisi cinta, dari sisi lain nggak boleh apalagi itu dilakukan aparat penegak hukum, polisi, polisi itu termasuk lembaga yang memiliki kewenangan menahan Jesica," ujar Muzakir saat dihubungi Sabtu (1/10).
Muzakkir mengatakan tindakan tersebut tidaklah patut karena tidak menghargai orang yang tengah menjalani proses hukum.
"Menurut saya tindakan AKBP Herry melanggar kode etik kepolisian, karena telah melakukan tindakan yang tidak tepat, tidak menghargai orang yang sedang ditahan," imbuhnya.
Dia juga menjelaskan perihal tindakan yang harus dihindari penyidik dalam menjalankan tugasnya. Seperti mengajak calon tersangka pacaran agar mengakui perbuatan yang tidak dilakukan.
"Kedua kalau misalnya pacaran itu untuk mencari kan itu akan mendorong melakukan pengakuan yang tidak dilakukan ujungya itu kalau bahasa ilmiah, kalau ada kekerasan yang membuat pengakuan tidak boleh, tindakan halus yang menyentuh perasahaan yang membuat dia ngaku itu juga tidak boleh," tuturnya.
"Orang mengaku harus penuh kesadaran bukan karena emosi karena cinta, nah ini efeknya kurang bagus dalam proses penyidikan," tambah dia.
Karena itu, Muzakir mendesak dugaan tindakan Herry diusut karena telah melanggar disiplin kepolisian.
"Kalau menurut saya tindakan AKBP Herry itu melanggar kode etik dan disiplin kepolisian. Seharusnya pihak-pihak terkait terutama penasehat hukum Jessica melaporkan kepada kepolisian agar Herry diperiksa, karena tindakanya tidak etis. Yang punya potensi melakukan pelanggaran hukum terutama adalah pengakuan Jessica yang menyebabkan dia mengaku tidak dengan penuh kesadaran," kata dia.
Jessica, terdakwa tunggal kasus kematian Mirna Salihin pada sidang ke-26 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (28/9) malam mengaku, AKBP Herry menggoda dan merayunya agar mau menjadi pacar. Ajakan pacaran itu bertujuan agar Jessica mengaku sebagai pelaku atas kasus kematian Mirna.
"Kamu mau pacaran dengan yang satu agama atau tidak, soalnya kamu tipe saya banget," begitu godaan AKBP Herry Herawan, seperti ditirukan Jessica pada sidang ke-26.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan, kelakar bernada godaan yang disampaikan Herry kepada Jessica, sekadar permainan psikologis yang lazim dalam sebuah penyelidikan maupun penyidikan.
"Itu kan permainan psikologis. Sama seperti kita ikut sidang kemarin, antara penasihat hukum, jaksa, itu kan bagaimana mereka berusaha meyakinkan hakim," ujar Tito menanggapi pengakuan Jessica beberapa hari lalu.
Sementara Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Aman mengatakan, pengakuan Jessica tentang dugaan pelecehan yang dilakukan AKBP Herry Heryawan, saat ini masih dilakukan penyelidikan. Boy meminta semua pihak tetap menghormati proses sidang yang masih berjalan.
"Kita beri kesempatan dulu majelis hakim. Terkait (pelecehan) itu nanti akan dilihat, menjadi informasi yg akan didalami lagi. Yang terpenting benar-benar dia (Jessica) alami untuk memberikan keterangan yang sebenarnya," kata Boy.
Kendati demikian, pihaknya belum berencana melakukan pemanggilan terhadap Herry Heryawan. Sebab hal ini baru informasi yang didapat dari kesaksian Jessica di Pengadilan. Agar kasus ini benar-benar ditindak-lanjuti Divisi Propam, Jessica harus melakukan laporan terkait kejadian yang dialaminya selama proses penyidikan.

Sumber : Beritasatu

SHARE THIS

Author:

0 komentar: