11/10/2016

Jadi Presiden, Trump Janji akan Taruh Hillary ke Penjara


IDINDO.com — Ada yang canggung dalam debat calon presiden Amerika Serikat (AS) kali ini antara Donald Trump dan Hillary Clinton. Ketua Kampanye Kepresidenan Hillary Clinton, John Podesta, menyatakan Donald Trump tidak layak diberi salam.

Dia mengungkapkan hal itu saat menanggapi pertanyaan mengapa kedua calon presiden Amerika Serikat, Hillary Clinton dan Donald Trump, tidak bersalaman saat pembukaan debat.

Memang ini tak pernah terjadi dalam sejarah debat presiden AS. Pasalnya setiap kandidat selalu saling bersalaman sebelum menuju ke podium.

Pada debat sebelumnya, kedua kandidat masih bersalaman yang diawali dengan Hillary menyapa Trump.

Dalam debat kedua ini mereka hanya saling menuding dan menyerang terkait masalah pribadi.

Namun pernyataan Trump dibela Rudy Giaulini mantan Walikota New York yang menyebutkan bahwa Donlad telah malakukan hal yang baik dan luar biasa dalam debat.

Begitu pula dengan sosok mantan calon presiden dari Partai Republik Marco Rubio. Dia mengungkapkan akan tetap mendukung Trump.

“Tindak-tanduk Donald Trump dalam beberapa hari terakhir tidaklah layak untuk mendapat sebuah salaman tangan,” tutur Podesta, seperti dikutip dari laman Politico.

Memang bisa disaksikan saat live yang disiarkan langsung CNN, dimana suasana debat kedua capres tersebut cukup panas saat di gelar di Universitas Washington, St Louis, Missouri, Senin (10/10/2016) pagi WIB, memang sudah panas.

Tapi tak adil juga lewat penuturan Trump katanya 3 lawan 1. Pasalnya Hillary didukung dua moderator CNN yang terlihat banyak
mengunterupsi Trump.

Akan tetapi giliran Hillary berbicara dia jarang diinterupsi. Hal ini membuat Trump kesal. Apalagi asus Hillary seperti; Benghazi, Refeguees (pengungsi) maupun 30 ribu email tak pernah disentuh. Saking emosi dia pun menyatakan akan mengirim Hillary ke penjara. Trump menggangga Hillary seorang yang tidak jujur (crooked). Trump mengungkapkan jika jadi presiden maka dia akan,membawa Hillary ke jail (penjara).

Dalam kampanye ini pebisnis diserang habis-habisan terkait pembicaraan kontroversialnya pada tahun 2005 lalu. Menanggapi debat ini Gubernur New York pun menuding Hillary mengalami krisis menyusul beredarnya video yang menunjukkan dia mengucapkan hal-hal vulgar mengenai kaum wanita.

Bahkan, sebelum debat, Trump menggelar konferensi pers sensasional bersama empat wanita yang mengaku pernah dilecehkan oleh mantan Presiden Bill Clinton, suami Hillary Clinton.

Suasana debat pun berlangsung sangat panas yang diwarnai hujan kritik dan “hinaan”.

Pada akhirnya, walau mereka terlihat canggung, kedua kandidat itu saling bersalaman ketika debat berdurasikan 90 menit itu berakhir.

Atmosfer debat mencair menjelang akhir debat, ketika salah satu hadirin bertanya apa yang dikagumi oleh masing-masing capres dari lawannya.

Hillary menjawab dia mengagumi anak-anak Trump. Sementara Trump menjawab, dia mengagumi semangat juang Hillary yang tidak pernah menyerah.

SHARE THIS

Author:

0 komentar: