04/09/2016

Trump Tegaskan Posisinya Lawan Imigran Ilegal




IDINDO.com - Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, mempertegas posisinya melawan imigran ilegal dalam pidato terbarunya. Siapa saja yang masuk ke AS secara ilegal, terancam dideportasi jika Trump menjabat.

Dalam pidato terbarunya di Phoenix, Arizona, seperti dilansir Reuters, Kamis (1/9/2016), Trump menegaskan semua orang yang tinggal secara ilegal di AS hanya memiliki 'satu rute' untuk mendapat status hukum secara resmi sebagai warga negara AS, jika Trump menang pilpres 8 November nanti.

"Pulang ke negara asal dan mengajukan untuk masuk kembali (ke AS)," tegas Trump soal 'satu rute' yang disebutnya.

"Pesan kami kepada dunia yakni: Anda tidak bisa mendapatkan status hukum atau menjadi warga negara AS dengan masuk ke negara kami secara ilegal. Orang-orang akan tahu Anda tidak bisa menyelundupkan diri, bersembunyi dan menunggu dilegalkan. Masa-masa seperti itu telah berakhir," terang pengusaha real estate asal New York itu.

Pidato terbaru Trump soal imigran ilegal di Phoenix ini, dianggap sebagai bentuk klarifikasi atas posisinya yang sepekan terakhir dianggap melunak. Pekan lalu, Trump menyebut banyak orang-orang hebat yang tinggal di AS selama bertahun-tahun dan banyak berkontribusi pada masyarakat AS.

Pernyataan itu dipandang sebagai posisi melunak Trump terhadap 11 juta orang yang masuk ke AS secara ilegal. Namun dalam pidato terbarunya, Trump kembali menunjukkan sikap kerasnya terhadap imigran ilegal, seperti yang selalu ditunjukkannya selama kampanye dalam beberapa bulan terakhir.

Trump menekankan, prioritasnya ialah mendeportasi segera orang-orang yang tidak memiliki dokumen resmi di AS, yang telah melakukan kejahatan serius. "Sejalan dengan aktivitas penegak hukum, kita akan menetapkan prioritas. Siapa saja yang masuk ke AS secara ilegal, akan menjadi subjek deportasi. Itulah artinya memiliki sebuah negara," tegas Trump.

Trump menyatakan, dirinya membentuk sebuah komisi yang akan mempelajari wilayah dan negara mana saja yang akan dilarang masuk AS. Trump menyebut Suriah dan Libya akan masuk dalam daftar teratas. Cara ini akan mengakomodasi seruannya melarang warga muslim masuk ke AS.

Trump juga akan membentuk 'satuan tugas khusus deportasi' yang akan mengidentifikasi pelaku kriminal yang menjadi subjek deportasi, serta menambah jumlah petugas deportasi federal hingga tiga kali lipat dan menambah stasiun patroli perbatasan.



SHARE THIS

Author:

0 komentar: