10/09/2016

Timah Disimpan di Singapura, Indonesia Kehilangan Rp 200 M Pertahun



IDINDO.com - Setiap tahun Indonesia kehilangan potensi pendapatan negara lebih dari Rp 200 Miliar. Ini terjadi karena selama ini para pembeli timah Indonesia lebih memilih menyimpan timah mereka di Singapura. Karenanya, kebutuhan Indonesia akan Pusat Logistik Berikat (PLB) khusus barang komoditas timah adalah satu hal yang tidak dapat ditunda lagi.

Dirjen Bea & Cukai Heru Pambudi akan menjelaskan berbagai kemudahan dan fasilitas yang akan didapatkan jika menyimpan barang komoditas di PLB Indonesia. Kemudian akan dilanjutkan dengan diskusi mendalam untuk mengupas lebih jauh mengenai tantangan dan peluang kepemilikan PLB terhadap industri timah di Indonesia, dalam ajang Indonesia Tin Conference & Exhibition (ITCE) yang dilakasanakan oleh Indonesian Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) di Bali pada 18-20 Septermber.

Menurut siaran pers yang diterima Investor Daily, Minggu (11/9), ITCE 2016 juga akan menghadirkan pakar ekonomi langsung dari eropa, untuk menakar secara langsung pengaruh Brexit terhadap volatilitas harga timah dunia. Sehingga para pelaku industri timah dan stakeholders - khususnya di Indonesia - dapat mengambil langkah dan strategi terbaik untuk mengantisipasi pergerakan harga dan tren yang terjadi.

Permintaan dan penawaran hingga kini masih menjadi tantangan bagi industri timah Indonesia, khususnya bagi para penambang atau smelter. Sebagai produsen timah terbesar ke-dua di dunia, Indonesia memiliki andil besar untuk bisa memenuhi permintaan timah pasar global. Meskipun demikian, smelter di Indonesia juga harus dapat menerapkan model pertambangan yang berkelanjutan. Hal yang juga penting dalam hal permintaan dan penawaran produk timah adalah kapasitas produksi timah China di masa mendatang. Dikarenakan besarnya produksi timah China dapat mempengaruhi industri timah dunia.

Sumber : Beritasatu



SHARE THIS

Author:

0 komentar: