18/09/2016

Tiga Migran Perkosa Gadis Remaja Prancis



IDINDO.com – Seorang gadis remaja di Paris, diikat dan mulutnya ditutup oleh tiga migran yang memerkosanya di dekat Menara Eiffel, ikon ibu kota Perancis.

Serangan seksual mengerikan terjadi setelah gadis berusia 19 tahun itu diajak bertemu oleh pria baru dikenalnya melalui Facebook, seperti dirilis The Sun, Minggu (18/9/2016).

Menurut korban, seperti yang dilaporkan kepada polisi, gadis malang itu mendapat pesan dari remaja pria Tunisia berusia 17 tahun.

Awalnya gadis itu bertemu dengan pria yang lebih muda dua tahun darinya itu di dekat rumah sang gadis di pinggiran Paris.

Mereka pun berjanji untuk bertemu kedua kalinya Sabtu (17/9/2016) petang di Champs de Mars, taman di mana Menara Eiffel berada.
Sumber mengatakan, “Malam itu cukup hangat. Gadis itu berharap bisa makan stroberi dan buah anggur, sambil minum minuman ringan, tapi kemudian dia diserang di tempat itu.”

Gadis remaja itu diseret ke semak-semak taman oleh tiga pria yang kemudian menyumpal dan menutup mulutnya. Sebuah selimut telah dibentang di sana dan mereka pun memperkosanya.

Korban, yang karena alasan hukum tidak disebut identitasnya, diketahui kabur dari rumahnya di pinggiran Paris tanpa memberitahu ibunya.
Warga yang sedang lari pagi, Minggu (18/9/2016) pagi, menemukan gadis malang itu setelah mereka mendengar suara meringis dari balik semak.   

Gadis itu ditemukan dalam kondisi sangat terguncang, menangis, dan dibiarkan telanjang bulat sejak Sabtu petang.

Polisi kemudian menggunakan data komputer untuk melacak tiga orang ke sebuah hotel yang diduga menjadi tempat para pelaku menginap dan ditangkap sebelum mencoba melarikan diri ke Jerman.

Tidak seorang pun dari pelaku itu memiliki surat-surat resmi, paspor atau surat lain yang menunjukkan identitas mereka lainnya.
Para pelaku semuanya berusia 17 tahun, pencari suaka dari Tunisia. Semula mereka diduga dari Aljazair. Ketiga remaja kulit gelap itu menyangkal kalau telah memerkosa korban.

Mereka hanya mengatakan, melakukannya atas suka sama suka atau menurut istilah ketiga pelaku itu mereka terlibat dalam “hubungan dewasa berdasarkan kesepakatan”.

Polisis telah menahan ketiga remaja Tunisia tersebut dan terus menyelidiki motif serangan seksual itu.

Wali kota Paris yang berhaluan sosialis, Ane Hidalgo, telah mengumumkan pekan lalu bahwa Paris untuk pertama kali menyiapkan kamp penampungan migran mulai Oktober 2016.

Sumber :The Sun

SHARE THIS

Author:

0 komentar: