04/09/2016

Pemerintah Terus Sosialisasi Tax Amnesty

IDINDO.com - Pemerintah terus melakukan sosialisasi program pengampunan pajak atau tax amnesty. Untuk mengikuti program ini, Wajib Pajak diharuskan membayar uang tebusan sesuai dengan periode pelaksanaan tax amnesty.

Semakin cepat Wajib Pajak mendaftar, maka akan semakin murah uang tebusan yang harus dibayar. Tarif tebusan bagi harta di dalam negeri yang dideklarasikan dan harta di luar negeri yang direpatriasi, sekaligus diinvestasikan di dalam negeri dalam jangka waktu paling singkat 3 tahun, adalah 2% untuk bulan pertama hingga bulan ketiga setelah diundangkan.

Deklarasi dalam negeri dan repatriasi luar negeri yang dilakukan pada bulan keempat hingga 31 Desember 2016 naik menjadi sebesar 3%. Sementara deklarasi dalam negeri dan repatriasi dana di luar negeri yang dilakukan pada 1 Januari 2017 hingga 31 Maret 2017 dikenakan tarif tebusan 5%.

Tarif tebusan atas deklarasi harta di luar negeri yang tidak dialihkan ke dalam negeri dikenai tarif 4 persen pada bulan pertama hingga bulan ketiga. Sedangkan di periode kedua, tarif yang berlaku sebesar 6% dan tarif 10% akan dikenakan pada 1 Januari 2017 hingga 31 Maret 2017.

Tarif tebusan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan peredaran aset di atas Rp 4,8 miliar dikenakan tarif 0,5% untuk pelaporan aset kurang dari Rp10 miliar dan 2% untuk pelaporan aset lebih dari Rp10 miliar.

Namun, uang tebusan ini tidak dapat dibayarkan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Wajib Pajak harus membayarkan lunas uang tebusan ke bank persepsi yang ditunjuk sesuai dengan tarif yang berlaku pada periode pelaporan sebelum Surat Pernyataan untuk Pengampunan Pajak disampaikan.

Lalu, bagaimana sebenarnya mekanisme pembayaran uang tebusan tax amnesty.

SHARE THIS

Author:

0 komentar: