19/09/2016

Faktor Apa Hingga Banyak Bisnis Kuliner Ditutup?


IDINDO.com - Bisnis kuliner bisa dibilang cukup berisiko. Sama sekali tak ada jaminan apakah bisnis ini dapat bertahan lama atau tidak. Tak sedikit bisnis kuliner yang buka, kemudian gulung tikar dalam waktu singkat.
"Kalau kita lihat, banyak restoran yang buka kemudian memberi diskon dan ramai. Tiga bulan kemudian tutup begitu saja," kata Chef Sabir Mappakarya, Secretary General dari Ikatan Praktisi Kuliner Indonesia.

Menurut Chef Sabir yang ditemui di acara Cafe & Brasserie Indonesia, Jakarta Convention Center, Jumat (2/9/2016) ada banyak faktor yang membuat bisnis kuliner menjadi tak bertahan lama. 

"Banyak pebisnis makanan seperti latah, mengira bisnis makanan itu mudah dan untungnya bisa tiga kali lipat. Tapi dia tidak sadar biayanya bukan sekedar membeli bahan. Ada juga misplanning atau salah perencanaan," kata Chef Sabir. 
Sama seperti bisnis lainnya, menurut Chef Sabir perencanaan bisnis di bidang kuliner juga harus matang.

"Kalau perencanaan bisnis tidak matang, pasti akan tutup di tengah jalan. Kemudian harus tahu juga, bisnis ini keuntungannya tidak instan," katanya. 
Apabila menginginkan keuntungan dan balik modal yang instan, Chef Sabir menyarankan untuk memilih bisnis makanan franchiseatau waralaba yang cenderung minim resiko dibanding membuka yang baru. Faktor lainnya yang menentukan bisnis kuliner menurut Chef Sabir adalah lokasi dan tren makanan. 

"Tapi yang paling penting adalah perencanaan. Coba merencanakan sebaik-baiknya, kalau masih ragu jangan mulai dulu. Biaya sewa tempat itu mahal sekali, juga masih harus gaji pegawai. Bisnis kuliner harus dilakukan dengan fokus, jangan dilakukan sambilan," saran Chef Sabir. 

Sumber : Kompas.com

SHARE THIS

Author:

0 komentar: