18/09/2016

Keju Berumur 3000 Tahun Ditemukan di Denmark


IDINDO.com - Sebuah kuali tanah liat ditemukan dalam penggalian arkeologi di Jutland, Denmark. Kuali ini berisi kerak keju. 

Arkeolog Kaj Rasmussen dari Museum Silkeborg timnya menemukan sebuah kuali tanah liat dari Bronze Age (zaman perunggu). Kuali utuh ini ada di tungku terbuka. 

Rupanya setelah dicek dengan teliti, mereka menemukan kerak di bagian dalam dasar kuali. Berupa kerak gosong didalamnya. "Biasanya, lapisan kerak hitam di dalam kuali berasal dari jagung atau bijian. Tetapi di sini ditemukan kerak putih-kuning yang belum pernah kami lihat sebelumnya," ungkap Rasmussen pada Science Nordic seperti dikutip dari thelocal.dk(14/9/16) 

Tim Rasmussen mengirim sampel material ke Museum Nasional Denmark untuk dianalisa. Mereka terkejut mendengar ahli kimia memberi kesimpulan bahwa materi itu kemungkinan besar lemak dari jenis sapi. 

Berdasarkan analisis tersebut,Rasmussen menyimpulkan apa yang ditemukan mungkin merupakan hasil memasak 3.000 tahun lalu yang gagal. "Lemak tersebut bisa jadi bagian dari jejak-jejak terakhir dari dadih yang digunakan selama produksi asli dari keju keras tradisional. Whey direbus dan mengandung banyak gula sehingga tahan disimpan untuk musim dingin" lanjut Rasmussen. 

Rasmussen juga menyebutkan keju itu benar-benar sangat buruk, bau dan hangus. Tak heran jika kuali itu dibuang. Penemuan keju ini merupakan temuan terbaru dari sejarah panjang penemuan di Denmark. Temuan yang begitu banyak membuat Museum Nasional kewalahan menanganinya. 

Beberapa penemuan terbaru yang lebih penting adalah pedang dari zaman perunggu yang masih tajam. Terbesar yang pernah ditemukan dari zaman kejayaan Viking. Sebuah salib 1.100 tahun yang mengubah pemahaman kapan agama Kristen masuk ke Denmark. 

Penemuan lainnya adalah timbunan 700 tahun koin tua, sekitar 2.000 emas spiral yang digunakan oleh pendeta raja yang menyembah matahari selama zaman Perunggu. Batu Rune yang hilang dan muncul kembali di halaman belakang perkebunan.


Berbagai sumber

SHARE THIS

Author:

0 komentar: