25/09/2016

Kejari Minahasa Tetapkan 2 Tersangka Kasus DAK 20121


IDINDO.com – Setelah sekian lama terkatung-katung, kendati sudah masuk tahap sidik, akhirnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa menjebloskan dua tersangka dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Nasional (Diknas) ke rumah tahanan Papakelan, Kamis (22/09/2016) tadi malam sekitar pukul 20.20 Wita.

Dua tersangka dalam kasus yang merugikan uang negara ini yakni, HDR alias Denny petinggi di salah satu fakultas di Unima serta JHT alias Jhon yang kini menjabat sebagai Kepala Bagian Umum Setdakab Minahasa.

Barang bukti telah diserahkan penyidik Tipikor ke Kejari, sebelum keduanya resmi di tahan, sekitar pukul 15.00 Wita. Setelah melalui proses pemeriksaan berkas serta kelengkapan administrasi, akhirnya keduanya digiring ke rutan Papakelan menggunakan mobil jenis Toyota Avansa berwarna hitam dengan nomor polisi DB 310.

Keduanya pun langsung didudukan di bagian belakang kendaraan serta diikuti oleh sejumlah penyidik dari Kejari maupun Polres.

Kepala Kejari Minahasa, Saptana Setiabudi SH MH melalui Kasi Intel, Ryan Untu kepada wartawan, tadi malam tak menapik akan hal tersebut.

"Kedua diduga melakukan Tipikor pada tahun 2012 ketika tersangka Denny menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Minahasa. Sementara tersangka Jhon ketika itu menjabat sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dikpora Kecamatan Kawangkoan," kata Untu.

Selain itu kata dia, selang Januari sampai Desember 2012 lalu, keduanya melakukan pemotongan DAK dari 7 hingga 14 persen melalui seluruh UPTD,” jelas Untu.

Atas perbuatan tersangka berdasarkan audit Badan Pemeriksan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulut menyatakan ada kerugian negara hingga Rp. 851.927.030. berdasarkan hal tersebut maka pada tahun 2014 lalu pihak Polres Minahasa melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi itu.

Pihak penyidik pun langsung menyatakan jika keduanya Undang – undang (UU) nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi Junto UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999.

Selain itu dikenakan pasal 55 ayat 1 KUHP Junto pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.
“Status keduanya kini adalah tahanan dari Kejari Minahasa yang dititipkan di Rutan Papakelan,” tukas Untu.

Untuk diketahui, diberitakan sebelumnya Kapolres Minahasa, AKBP Syamsubair SIK menyatakan jika pihak akan segera melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejari, kemarin. Hal itu merujuk pada petunjuk Kejari setelah melakukan penelitian berkas yang diajukan Polres dan dinyatakan telah lengkap.

Selama proses penyelidikan dan penyidikan oleh Polisi, telah diamankan sejumlah barang bukti berupa beberapa dokumen terkait serta uang tunai sekitar Rp49.350.000.
Selain kedua tersangka, polisi juga telah menetapkan satu orang yakni perempuan SM sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi ini. Namun oleh Kejari Minahasa  memberi petujuk ke Polres bahwa berkas dari SM dipisahkan dengan HDR dan JHT.

SHARE THIS

Author:

0 komentar: