24/09/2016

Industri Pupuk Nasional Sulit Bersaing di Pasar Global


    IDINDO.com - Industri pupuk nasional sulit bersaing di pasar global akibat mahalnya harga gas. Harga gas untuk industri pupuk di internasional berkisar US$ 1-3 per mmbtu, sedangkan di Indonesia US$ 6-7 per mmbtu.
"Jika penurunan harga gas dilakukan, harga pupuk yang dijual dapat lebih rendah berkisar US$ 40-45 per ton, sehingga menjadi US$ 210-215 per ton," kata Aas usai bertemu dengan Menteri Perindustrian, Selasa (13/9/2016).
PT Pupuk Indonesia (Persero) adalah induk usaha BUMN pupuk dan beberapa perusahaan, yakni PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Sriwidjaja, PT Pupuk Kujang Cikampek, PT Mega Eltra, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Pupuk Indonesia Logistik, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Indonesia Energi, PT Rekayasa Industri, dan PT Pupuk Indonesia Pangan.
Pupuk Indonesia merupakan produsen pupuk terbesar di Asia memproduksi pupuk urea sebanyak 8,78 juta ton per tahun, amoniak sebanyak 6,48 juta ton per tahun, NPK 3,1 juta ton per tahun, SP-36 500 ribu ton per tahun, ZA 750 ribu ton per tahun, dan ZK 20 ribu ton per tahun. Produk pupuk tersebut tersebar di pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Sumber : beritasatu

SHARE THIS

Author:

0 komentar: